Bantal Bisa Jadi Sarang Kuman, Kenali Ciri-Ciri yang Wajib Diganti

Bantal
ilustrasi Bantal. Foto: freepik

TIMETODAY.ID, JAKARTA Bantal menjadi salah satu perlengkapan tidur yang digunakan setiap hari. Namun, banyak orang sering lupa bahwa benda yang menopang kepala saat tidur itu juga memiliki masa pakai dan perlu diganti secara berkala.

Seiring waktu, bantal dapat menyerap keringat, minyak alami tubuh, debu, hingga sisa produk rambut dan kulit. Jika dibiarkan terlalu lama, tumpukan tersebut bisa memicu bau tidak sedap, alergi, bahkan menurunkan kualitas tidur.

Dilansir dari berbagai sumber, usia pakai bantal umumnya berkisar antara satu hingga tiga tahun, tergantung jenis bahan, intensitas penggunaan, serta cara perawatannya.

Advertisement

Tanda Bantal Sudah Harus Diganti

1. Tidak kembali ke bentuk semula

Salah satu cara paling mudah mengecek kondisi bantal adalah dengan melipatnya menjadi dua. Jika bantal tetap terlipat dan tidak kembali mengembang dalam beberapa detik, itu menandakan daya topangnya sudah berkurang dan perlu diganti.

Bantal yang kehilangan bentuk biasanya tidak lagi mampu menopang kepala dan leher dengan baik saat tidur.

Baca Juga :  Resep Mudah Membuat Odading, Roti Goreng Favorit dari Bandung

2. Muncul bau apek

Bantal yang mulai mengeluarkan bau lembap, apek, atau seperti jamur sebaiknya segera diganti. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penumpukan kelembapan dan bakteri di dalam bantal.

3. Noda membandel

Perubahan warna menjadi kekuningan atau munculnya noda darah, keringat, hingga bekas makanan yang sulit hilang juga menjadi tanda bantal sudah tidak layak dipakai.

Noda tersebut bisa saja telah meresap hingga ke bagian dalam bantal sehingga sulit dibersihkan sepenuhnya.

Masa Pakai Bantal Berdasarkan Jenisnya

Bantal lateks

Bantal lateks dikenal lebih tahan lama karena tahan terhadap alergen dan tidak mudah menyimpan panas. Jenis ini umumnya dapat digunakan selama dua hingga empat tahun.

Bantal memory foam

Bantal memory foam memiliki tekstur padat dan mampu mempertahankan bentuk dengan baik. Jika dirawat secara tepat, masa pakainya bisa mencapai tiga hingga lima tahun.

Bantal hybrid

Jenis hybrid yang menggabungkan memory foam dan lateks biasanya bertahan sekitar tiga hingga lima tahun, tergantung material penyusunnya.

Baca Juga :  Nyeri Saat Tidur di Posisi Tertentu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bantal serat sintetis

Bantal berbahan serat sintetis cenderung lebih cepat kehilangan bentuk sehingga rata-rata hanya bertahan satu hingga dua tahun.

Bantal bulu

Bantal bulu dikenal lembut dan nyaman, tetapi memerlukan perawatan ekstra agar tetap higienis. Masa pakainya berkisar antara satu hingga tiga tahun.

Cara Merawat Bantal Agar Tetap Bersih

Gunakan sarung bantal

Sarung bantal membantu mengurangi penumpukan debu, minyak, dan alergen pada permukaan bantal. Agar tetap higienis, sarung bantal sebaiknya diganti dan dicuci minimal seminggu sekali.

Hindari tidur dengan rambut basah

Tidur dalam kondisi rambut masih basah dapat membuat bantal lembap. Kondisi ini memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Merawat dan mengganti bantal secara rutin bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga penting untuk menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh. Bantal yang masih layak pakai dapat membantu leher dan kepala tetap nyaman selama beristirahat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel