Sering Terbangun di Malam Hari? Ini Alasan Tidur Berubah Seiring Usia

Seiring
ilsutrasi bangun di tenggah malam. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai merasakan perubahan yang tak selalu nyaman—salah satunya soal tidur. Malam yang dulu terasa singkat, kini justru kerap diisi dengan gelisah dan terbangun berulang. Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari proses alami tubuh.

Tidur sendiri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, mulai dari memperbaiki sel hingga memulihkan tubuh dari kelelahan dan stres. Namun, pola dan kualitas tidur memang cenderung berubah seiring waktu.

Psikiater Greg Mahr menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan hal yang wajar.
“Memahami bahwa ini adalah perubahan alami dan belajar untuk menghargai tidur Anda adalah langkah besar menuju tidur malam yang lebih nyenyak,” ujarnya, dikutip dari Henry Ford Health.

Advertisement

Kebutuhan tidur ikut berubah

Durasi tidur manusia tidak bersifat tetap sepanjang hidup. Berdasarkan penjelasan dari Harvard Medical School, bayi bisa tidur hingga 16–20 jam per hari, lalu berkurang menjadi sekitar 11–12 jam saat balita.

Baca Juga :  Kamar Lembap dan Berjamur? Ini Solusinya Tanpa Pendingin Udara

Memasuki remaja, kebutuhan tidur turun menjadi sekitar 9 jam, sementara orang dewasa rata-rata membutuhkan 7–8 jam. Meski lansia tetap memerlukan durasi serupa, mereka umumnya kesulitan mendapatkan tidur yang utuh dalam satu waktu.

Selain itu, kualitas tidur juga berubah. Fase tidur dalam (deep sleep) dan REM cenderung berkurang seiring bertambah usia, sehingga tidur terasa lebih ringan dan mudah terganggu.

Kenapa makin sulit tidur nyenyak?

Ada sejumlah faktor yang membuat tidur semakin tidak optimal di usia dewasa hingga lanjut:

  1. Pengaruh obat-obatan
    Beberapa jenis obat seperti penenang, antidepresan, hingga pelemas otot dapat memengaruhi pola tidur. Efeknya bisa berupa kantuk berlebih atau justru insomnia.
  2. Gangguan pernapasan saat tidur
    Kondisi seperti Obstructive Sleep Apnea (OSA) dapat mengganggu kualitas tidur. Penyempitan saluran napas membuat seseorang mendengkur dan sering terbangun tanpa disadari.
  3. Perubahan kondisi fisik
    Masalah kesehatan seperti gangguan kandung kemih atau prostat membuat seseorang lebih sering terbangun di malam hari untuk ke kamar mandi.
  4. Stres dan beban pikiran
    Tekanan hidup, mulai dari pekerjaan hingga kekhawatiran pribadi, dapat membuat pikiran sulit tenang. Akibatnya, tubuh pun sulit masuk ke fase tidur yang dalam.
  5. Rasa frustrasi saat sulit tidur
    Alih-alih tertidur, sebagian orang justru terjebak dalam kecemasan karena tidak kunjung tidur. Kebiasaan melihat jam berulang kali justru memperparah kondisi ini.
Baca Juga :  Shaf Coffee Tempat Hangout Baru yang Hits di Bogor

Pada akhirnya, perubahan tidur di usia yang semakin matang adalah hal yang tak terelakkan.

Namun, memahami penyebabnya bisa menjadi langkah awal untuk mengelola kualitas istirahat dengan lebih baik—agar malam tetap memberi ruang bagi tubuh untuk benar-benar pulih.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel