
TIMETODAY.ID, BOGOR – Penobatan Maharaja Tarusbawa pada 18 Mei 669 Masehi ditetapkan sebagai tonggak lahirnya identitas Tatar Sunda sekaligus awal berdirinya Pakuan di wilayah Bogor. Momentum bersejarah itu kini resmi diakui sebagai Hari Jadi Tatar Sunda melalui kebijakan pemerintah yang ditetapkan pada Mei 2026.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bogor, Taufik Hassunna, menjelaskan bahwa saat naik takhta, Tarusbawa mengambil langkah penting dengan mengganti nama Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Perubahan itu dilakukan karena pamor Tarumanagara kala itu mulai mengalami kemunduran.
“Peristiwa ini menandai pertama kalinya nama Sunda muncul sebagai entitas politik berdaulat yang diakui secara internasional, bahkan hingga ke kaisaran Tiongkok,” ujar Taufik, Sabtu (9/5/2026).
Ia menyatakan, penetapan hari jadi itu merujuk pada momen paling awal entitas Sunda dan memperkuat akar identitas serta sejarah masyarakat Jawa Barat.
Berdasarkan naskah Fragmen Carita Parahyangan, Tarusbawa memerintahkan Bujangga Sedamanah untuk mencari lokasi pusat pemerintahan baru. Lokasi itu ditemukan di kawasan hulu Cipakancilan yang kini berada di wilayah Bogor, diapit sungai-sungai besar sebagai benteng pertahanan alam. Di kawasan tersebut kemudian dibangun kompleks istana bernama Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati sebagai pusat pemerintahan Sunda.
“Peristiwa penobatan Tarusbawa pada 669 M secara historis adalah titik nol bagi Bogor sebagai ibu kota,” ungkap Taufik.
Pengakuan Hari Jadi Tatar Sunda itu dirayakan melalui Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah di Kota Bogor, Jumat (8/5/2026) malam. Taufik menambahkan, momentum tersebut semakin mempertegas posisi Bogor sebagai tempat lahirnya peradaban Sunda yang telah bertahan lebih dari 1.300 tahun
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































