KDM Ogah Buka Jalur Tambang Bogor, Tetap Ditutup

jalur tambang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. FOTO : DOK. PAKAR

TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan membuka kembali jalur tambang di kawasan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, meski berbagai pihak terus mendesak dan melobi agar operasional tambang di wilayah tersebut kembali berjalan, Kamis (7/5/2026).

“Saya ingin masyarakat aman. Mereka sudah mengalami penderitaan yang sangat panjang selama jalur tambang itu dibuka,” ujar Dedi dikutip dari pakuanraya.com.

Ketegasan itu disampaikan Dedi setelah ia mengakui menerima sejumlah pendekatan, termasuk dari bupati setempat yang berulang kali mengajaknya bertemu dan ingin mempertemukannya langsung dengan para pengusaha tambang yang terdampak penutupan.

Advertisement
Baca Juga :  Sintia dan Beban Hidup di Balik Debu Tambang

“Bupati sudah berulang kali mengajak bertemu, bahkan ingin mempertemukan saya dengan pengusaha. Namun, untuk saat ini, saya belum menyetujui pertemuan itu,” tegasnya.

Penutupan jalur tambang Bogor Barat bukan tanpa dasar. Jalur Parung Panjang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas akibat padatnya truk tambang yang melintas. Sejumlah korban jiwa telah berjatuhan, dan Pemprov Jabar telah menanggung santunan bagi korban meninggal serta biaya pengobatan bagi yang luka-luka.

Baca Juga :  Trump Desak Nuklir, Iran Bersiap Menjawab dengan Kekuatan Penuh

“Kalau operasional dibuka kembali, truk tambang itu mau lewat mana? Pasti lewat jalur Parung Panjang lagi. Begitu dibuka, masyarakat akan protes dan berdemo lagi,” kata Dedi.

Bagi Dedi, kepentingan puluhan ribu warga yang setiap hari melintas untuk bekerja, bersekolah, berobat, dan berdagang jauh lebih besar dari kepentingan sektor usaha pertambangan. Hingga saat ini, belum ada jadwal evaluasi resmi terkait kemungkinan pembukaan kembali operasional tambang di kawasan tersebut.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel