
TIMETODAY.ID, BEKASI – Empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat tabrakan tabrakan Commuter Line di kawasan Bekasi Timur. Puluhan korban luka masih menjalani observasi di enam rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Unit Reaksi Cepat (URC) Cikarang, tiga korban meninggal diidentifikasi melalui RSUD Kota Bekasi. Dua di antaranya telah teridentifikasi, yakni Nurhayati, jenazahnya telah dibawa pulang keluarga ke Kemayoran dan Nurlaila, warga Cikarang. Satu korban meninggal lainnya hingga berita ini ditulis belum berhasil diidentifikasi. Satu korban meninggal tambahan ditemukan di RS Bella Bekasi, namun identitasnya juga belum diketahui.
Dari sisi korban luka, RSUD Kota Bekasi menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien observasi terbanyak, yakni 37 orang. RS Primaya Bekasi Timur menangani delapan pasien, termasuk empat pramugari dari rangkaian Anggrek, satu koki, dan tiga penumpang KRL. RS Bella Bekasi merawat empat pasien, RS Mitra Plumbon Cibitung Medika empat pasien, RS Hermina Bekasi dua pasien, di antaranya satu pramugari Anggrek dan satu petugas OSC Stasiun Bekasi serta RS Siloam Bekasi Timur satu pasien.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang tengah menjalani observasi di seluruh rumah sakit tersebut mencapai 56 orang.
Pihak terkait menyatakan pendataan korban masih terus berlangsung. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring dengan perkembangan penanganan di lapangan.
Catatan redaksi: Data bersumber dari laporan sementara URC Cikarang dan masih dapat berubah.




































