Bawa Alat Medis, Kapal Iran Ditahan AS di Teluk Oman Picu Kecaman Keras

iran
Bawa Alat Medis, Kapal Iran Ditahan AS di Teluk Oman Picu Kecaman Keras. Foto: Centcom

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah militer AS dilaporkan menembaki sebuah kapal kargo berbendera Iran di kawasan Teluk Oman. Insiden yang terjadi pada pekan ini itu disebut merusak bagian ruang mesin kapal bernama Touska, sekaligus berujung pada penyitaan kapal dan penahanan seluruh awaknya.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kapal yang ditahan itu diketahui membawa perlengkapan medis penting, termasuk alat cuci darah untuk kebutuhan pasien.

“Serangan Amerika Serikat dan penyitaan ilegal kapal dagang Iran Touska serta penahanan awaknya pada 19 April di Laut Oman, saat membawa peralatan dialisis dan perlengkapan medis vital, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, termasuk larangan penggunaan kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, dan hak untuk hidup,” demikian pernyataan Misi Iran di PBB melalui platform X, Sabtu (25/4/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Serangan Balasan Iran Guncang UEA, Bandara Abu Dhabi dan Dubai Jadi Sasaran

Dalam pernyataan yang sama, Iran menilai tindakan tersebut bukan sekadar insiden maritim, tetapi juga ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Tindakan sepihak dan ilegal ini membahayakan nyawa manusia, mengganggu kebebasan pelayaran, serta menempatkan pasien dalam kondisi rentan pada risiko serius. Pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban,” lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, Iran telah mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB untuk menyampaikan keberatan mereka.

Baca Juga :  Israel Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Rekonstruksi Wilayah Konflik Jadi Sorotan

Menanggapi situasi tersebut, Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric menyatakan pihaknya masih menunggu informasi lengkap terkait isi kapal. Namun ia menyoroti meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis kawasan tersebut.

“Apa yang kami amati dan menjadi perhatian adalah berlanjutnya penyitaan kapal di wilayah tersebut. Situasi ini terjadi baik oleh Republik Islam Iran maupun Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz,” ujarnya.

Dujarric menambahkan, kondisi yang berlarut-larut di kawasan tersebut turut berdampak pada aspek kemanusiaan dan stabilitas regional.

“Karena itu, kami berharap jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali dibuka dan stabil,” katanya.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel