UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Polisi Turun Tangan Awasi Perjokian

UTBK
Ilustrasi Ujian UTBK. Foto: dok. MNC Portal

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 kembali diwarnai temuan praktik kecurangan. Sejumlah modus terdeteksi, mulai dari penggunaan joki hingga pemanfaatan perangkat digital tersembunyi untuk membantu peserta menjawab soal.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa panitia telah mengidentifikasi dua pola kecurangan utama yang digunakan peserta tahun ini.

“Yang pertama adalah praktik perjokian, yakni upaya menggantikan peserta asli. Yang kedua, penggunaan alat bantu yang terhubung secara digital, dan itu sudah berhasil kami deteksi,” ujarnya saat ditemui di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun.

Advertisement

Fenomena ini pun menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian. Polda Jawa Barat ikut turun tangan dengan menerjunkan personel untuk mengawasi jalannya ujian, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga :  Praktik Joki UTBK Terungkap di Unesa, Terbongkar Lewat Teknologi AI

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga mengantisipasi praktik kecurangan yang terorganisir.

“Kami memastikan pelaksanaan UTBK berlangsung jujur dan adil. Setiap bentuk perjokian maupun manipulasi sistem akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaku kecurangan dapat dijerat dengan pasal pemalsuan dokumen dalam KUHP, termasuk Pasal 263 dan 378, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) apabila melibatkan teknologi digital.

Baca Juga :  Revitalisasi Budaya Indonesia Melalui Digitalisasi

Dalam pengawasan di lapangan, polisi bekerja sama dengan panitia untuk menerapkan sistem deteksi berlapis. Teknologi biometrik digunakan untuk verifikasi identitas peserta, sementara kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai titik ruang ujian.

Selain itu, petugas juga memantau perilaku mencurigakan secara langsung. Peserta yang terindikasi melanggar akan segera diamankan untuk pemeriksaan awal.

“Barang bukti seperti identitas, perangkat elektronik, hingga rekaman CCTV wajib diamankan untuk mendukung proses penyelidikan,” tambah Hendra.

Dengan pengawasan ketat ini, panitia berharap integritas seleksi nasional tetap terjaga, sekaligus memberi pesan tegas bahwa jalur masuk perguruan tinggi tidak bisa ditembus dengan cara curang.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel