Baterai Lokal Dongkrak TKDN, Mobil Hybrid Toyota Makin ‘Indonesia’

Toyota
Mobil Hybrid Toyota Veloz. Foto: dok.oto.com

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya memperkuat industri otomotif nasional terus dilakukan Toyota melalui langkah strategis menghadirkan baterai hybrid produksi lokal di Indonesia. Kolaborasi dengan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kandungan lokal kendaraan mereka.

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Nandi Julyanto, mengungkapkan bahwa sebelumnya baterai hybrid yang hanya dirakit di dalam negeri memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 8 persen. Namun, dengan dimulainya produksi sel dan modul baterai secara lokal, angka tersebut melonjak signifikan hingga lebih dari 80 persen.

“Kalau sebelumnya hanya perakitan, TKDN baterai masih sekitar 8 persen. Sekarang dengan produksi sel dan modul di dalam negeri, angkanya sudah lebih dari 80 persen,” ujarnya.

Advertisement
Baca Juga :  Kode Hilux BEV Terdaftar di Indonesia, Toyota Bersiap Bawa Pikap Listrik

Langkah ini diyakini akan mendorong peningkatan TKDN kendaraan secara keseluruhan, meskipun rincian kontribusinya terhadap total komponen mobil masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah.

Dorong Ekosistem Industri dan Investasi

Kerja sama antara Toyota dan CATL tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga memberikan efek berganda bagi industri nasional. Investasi yang dikucurkan mencapai sekitar Rp1,3 triliun, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di sektor manufaktur.

Nandi menegaskan bahwa proses lokalisasi merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Lokalisasi bukan sesuatu yang instan, tetapi proses bertahap yang membutuhkan sinergi semua pihak,” katanya.

Baca Juga :  BYD Masuk Segmen Kei Car, Racco Siap Duel dengan Nissan Sakura

CATL Siap Kembangkan Bisnis di Indonesia

Dari pihak CATL, Executive President of Japan Business Group, Ni Zheng, menyatakan kesiapan operasional pabrik di Indonesia sebagai langkah awal kerja sama yang lebih luas.

Ia menilai kemitraan ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan fondasi untuk pengembangan bisnis berkelanjutan di kawasan Asia.

“Ini baru permulaan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan Toyota di Indonesia dan Asia,” ujarnya.

Dengan hadirnya baterai produksi lokal, mobil hybrid Toyota diproyeksikan semakin “Indonesia”, sekaligus memperkuat posisi industri otomotif nasional dalam rantai pasok global.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel