
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Marsinah dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang juga akan dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2026.
Informasi itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, dalam acara Halal Bihalal bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Tangerang, Banten, Selasa (14/4/2026).
Dalam keterangannya, Andi Gani mengungkapkan bahwa Presiden akan terlebih dahulu menghadiri perayaan May Day di Monas sebelum melanjutkan perjalanan ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan museum yang didedikasikan bagi Marsinah.
“Presiden akan hadir di Monas dalam peringatan May Day, kemudian bersama sejumlah pimpinan serikat buruh dan Kapolri bertolak ke Nganjuk untuk meresmikan Museum Marsinah,” ujar Andi.
Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia pada era Orde Baru. Aktivis yang vokal menyuarakan hak pekerja itu meninggal dunia secara tragis, dan hingga kini kasusnya masih menyisakan tanda tanya.
Peresmian museum ini dinilai bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi pengingat sejarah panjang perjuangan kelas pekerja di Indonesia. Terlebih, Marsinah telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun lalu, sejajar dengan tokoh-tokoh besar bangsa.
Selain agenda peresmian, Andi Gani juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan menyampaikan kebijakan strategis terkait peningkatan kesejahteraan buruh usai kembali dari kunjungan luar negeri.
“Sepulang dari lawatan internasional, Presiden akan menyampaikan langsung kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen buruh dan pelaku usaha menjaga stabilitas industri nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.
“Kita harus menjaga situasi tetap kondusif agar iklim investasi tetap terjaga. Sinergi antara buruh dan pengusaha menjadi kunci,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian konflik ketenagakerjaan melalui dialog yang konstruktif, serta kolaborasi dalam mengawal kebijakan strategis, termasuk revisi regulasi terkait ketenagakerjaan.
Momentum May Day tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga simbol kekompakan antara pekerja dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































