
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langkah Indonesia memperluas peran di pasar global mulai terlihat dari sektor pupuk. Di tengah surplus produksi dalam negeri, pemerintah membuka keran ekspor dengan tetap menjaga keseimbangan pasokan nasional.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengiriman pupuk urea ke Australia sebanyak 250 ribu ton. Kesepakatan itu dicapai langsung dalam percakapan via telepon dengan Perdana Menteri Anthony Albanese pada Selasa (21/4/2026).
“Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” demikian keterangan resmi yang disampaikan melalui akun Sekretariat Kabinet.
Ekspor ke Australia menjadi langkah awal dari rencana yang lebih besar. Pemerintah juga menyiapkan pengiriman pupuk ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand, hingga Brasil. Secara keseluruhan, komitmen ekspor diperkirakan mencapai sekitar 1 juta ton.
Di balik keputusan ini, ada perhitungan produksi yang cukup longgar. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi urea nasional mencapai sekitar 7,8 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton.
Kelebihan pasokan inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional, tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah menegaskan, kebijakan ekspor tetap dilakukan secara terukur. Stabilitas pasokan dalam negeri menjadi prioritas utama, seiring upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok pupuk global.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































