TIMETODAY.ID, BOGOR – Seorang gadis bernama Sri Apriliani menjalani hidup seorang diri di tengah keterbatasan, setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia tinggal di sebuah rumah dengan kondisi tidak layak huni.
Kondisi tempat tinggal Sri memprihatinkan. Pintu rumah terlihat rusak, sementara fasilitas yang tersedia sangat terbatas. Ia juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah suka ada rezekinya, tapi maaf ya engga kuat,” ujar Sri sambil terisak dikutip dari video yang beredar.
Dalam kesehariannya, Sri mengandalkan bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk membeli sabun cuci. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap berupaya menyisihkan sebagian uang yang diterimanya untuk ditabung.
Tabungan tersebut disimpan dalam celengan kaleng. Namun, karena khawatir dengan kondisi rumah yang tidak aman, ia memilih menitipkannya kepada salah satu kerabat.
Kondisi yang dialami Sri menimbulkan keprihatinan. Selain membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia juga dinilai memerlukan tempat tinggal yang lebih aman, mengingat ia tinggal seorang diri di rumah tidak layak huni.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti lokasi tempat tinggal Sri Apriliani. Upaya bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat segera menjangkau dan membantu memperbaiki kondisi hidupnya.








































