TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah sebagai langkah penghematan energi mendorong banyak orang mengubah cara mereka memanfaatkan ruang di rumah. Salah satu yang paling terasa adalah kebutuhan menghadirkan area kerja yang nyaman tanpa mengorbankan fungsi utama hunian sebagai tempat beristirahat.
Di tengah keterbatasan ruang, kamar tidur kerap menjadi pilihan praktis. Meski kerap dianggap kurang ideal, ruang ini justru menawarkan privasi dan minim distraksi. Namun, tanpa penataan yang tepat, kamar bisa kehilangan kenyamanannya—terasa sempit, berantakan, bahkan mengganggu kualitas tidur.
Agar tetap seimbang antara produktivitas dan relaksasi, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat menata area kerja di kamar tidur.
Menyatu dengan Desain, Bukan Mengganggu
Pemilihan meja menjadi kunci awal. Meja kerja sebaiknya memiliki warna atau material yang selaras dengan furnitur kamar agar tidak terlihat mencolok. Pada ruang terbatas, meja bahkan bisa menggantikan fungsi nakas di samping tempat tidur untuk menghemat ruang.
“Area kerja sebaiknya menyatu dengan konsep kamar, bukan justru mendominasi,” menjadi prinsip yang banyak diterapkan dalam desain ruang multifungsi.
Fleksibilitas Jadi Kunci
Penggunaan laptop lebih disarankan dibanding komputer desktop. Selain praktis, perangkat ini mudah disimpan setelah digunakan, sehingga kamar tetap terasa sebagai ruang istirahat.
“Kebiasaan menyimpan perangkat setelah bekerja juga membantu menjaga batas antara waktu kerja dan waktu pribadi,” demikian salah satu prinsip penataan ruang kerja di hunian.
Cahaya Alami dan Sirkulasi
Meja yang ditempatkan dekat jendela bisa memberikan pencahayaan alami yang cukup. Selain membuat mata lebih nyaman, cahaya alami juga membantu menjaga fokus saat bekerja. Namun, posisi meja sebaiknya tidak menghalangi aliran udara.
Maksimalkan Ruang yang Ada
Untuk kamar dengan ukuran terbatas, pemanfaatan ruang vertikal seperti rak dinding bisa menjadi solusi penyimpanan tanpa memakan tempat. Sudut ruangan yang jarang digunakan juga dapat diubah menjadi area kerja sederhana namun fungsional.
Pilih Furnitur yang “Ringan”
Furnitur berbahan kaca atau dengan desain minimalis dapat memberikan kesan ruang yang lebih luas. Selain itu, elemen visual yang ringan membantu menjaga suasana kamar tetap lega dan tidak terasa penuh.
Pisahkan Zona Kerja dan Istirahat
Meski berada dalam satu ruangan, batas antara area kerja dan tempat istirahat tetap penting. Tirai tipis, partisi ringan, atau sekadar penataan furnitur bisa menjadi pembeda sederhana.
“Pembagian zona membantu otak beralih dari mode kerja ke mode istirahat dengan lebih mudah,” menjadi salah satu pendekatan yang sering disarankan.
Pada akhirnya, menata area kerja di kamar tidur bukan sekadar soal efisiensi ruang, tetapi juga menjaga keseimbangan hidup. Dengan penataan yang tepat, kamar tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang produktif yang tetap nyaman digunakan setiap hari.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































