Bocah 7 Tahun Asal Bojonegoro Raih Rekor MURI Lintas Bidang

Bojonegoro
(Ki-ka) Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono tampak bersama Parama Hansa Abhipraya. Foto: dok. Istimewa

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah riuh prestasi anak-anak seusianya, nama seorang bocah asal Bojonegoro mencuri perhatian. Di usia yang baru menginjak tujuh tahun, Parama Hansa Abhipraya atau yang akrab disapa Rama, menunjukkan kemampuan yang melampaui batas usia.

Rama resmi menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Rabu (8/4/2026), untuk kategori Anak Usia Dini dengan Prestasi Lintas Disiplin Terbanyak. Pengakuan ini diberikan setelah ia mencatatkan pencapaian di berbagai bidang hanya dalam kurun waktu sekitar empat tahun.

Di ranah akademik, Rama menorehkan prestasi gemilang di kompetisi matematika, baik tingkat nasional maupun internasional. Salah satu pencapaiannya adalah meraih gelar juara dalam ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025 dengan predikat World Star Champion.

Advertisement
Baca Juga :  Biadab! Bocah 1 SD di Tanggamus Jadi Korban Rudapaksa Pamannya Sendiri

Tak hanya unggul dalam logika angka, Rama juga menunjukkan bakat seni yang kuat. Ia aktif bermain piano dan bahkan meraih penghargaan internasional dalam kompetisi musik di Singapura. Ketekunannya di bidang ini menjadi bukti bahwa kreativitasnya berkembang seiring kemampuan akademiknya.

Di sisi lain, dunia strategi juga menjadi ruang eksplorasinya. Rama menekuni olahraga catur dan berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk di turnamen tingkat nasional hingga internasional. Ketajaman berpikirnya tampak konsisten di berbagai bidang yang ia geluti.

Menariknya, kecintaan Rama terhadap budaya juga tak kalah menonjol. Ia mulai terlibat dalam dunia pewayangan sebagai dalang cilik, sekaligus aktif menulis sebagai bagian dari pengembangan literasi. Perpaduan antara tradisi dan intelektualitas ini menjadikannya sosok yang unik di usianya.

Baca Juga :  Belum Sempat Tamat SD, Theodore Sudah Dapat Nilai A di NTU

Pendiri MURI, Jaya Suprana, menilai capaian Rama bukan sekadar deretan prestasi, tetapi juga cerminan potensi besar anak Indonesia jika diasah secara seimbang.
“Rekor ini bukan sekadar angka, melainkan simbol bahwa anak-anak Indonesia memiliki kemampuan luar biasa jika dikembangkan secara multidisiplin,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari sang ayah, Dhaniar Aji, yang berharap pencapaian ini bisa menjadi pemicu semangat bagi anak-anak lain.
“Kami berterima kasih atas apresiasi ini. Semoga bisa menjadi motivasi bagi Rama dan juga anak-anak Indonesia lainnya untuk terus berusaha meraih mimpi,” tuturnya.

Di balik prestasi yang mengesankan, perjalanan Rama menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga, lingkungan, dan kesempatan belajar yang tepat dapat membuka jalan bagi potensi anak berkembang lebih luas.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel