TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Pakistan akan menjadi tuan rumah perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah dicapai. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026 di Islamabad.
Dalam pernyataannya, Sharif menyambut positif langkah deeskalasi yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump serta respons dari pihak Iran. Ia menilai momentum ini sebagai peluang penting untuk mendorong penyelesaian konflik secara menyeluruh.
“Saya menyambut baik langkah bijaksana ini dan mengucapkan terima kasih kepada kedua pemimpin. Kami mengundang delegasi dari kedua negara untuk hadir di Islamabad pada 10 April guna melanjutkan negosiasi menuju penyelesaian yang komprehensif,” ujar Sharif.
Dalam beberapa pekan terakhir, Pakistan memang tampil sebagai jembatan komunikasi antara Washington dan Teheran. Kedekatan diplomatik dengan kedua pihak membuat Islamabad memainkan peran strategis sebagai mediator di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Sharif juga menyampaikan harapannya agar perundingan yang dijuluki “Perundingan Islamabad” dapat menghasilkan kesepakatan damai yang berkelanjutan.
“Kami berharap proses ini membawa hasil konkret dan membuka jalan bagi stabilitas jangka panjang,” katanya.
Sebelumnya, AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan, hanya beberapa saat sebelum tenggat ultimatum militer yang dikeluarkan Washington. Dalam pengumumannya, Trump menyebut keputusan tersebut diambil dengan syarat Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz secara aman dan tanpa hambatan.
Trump juga menegaskan bahwa serangan militer terhadap Iran akan ditangguhkan selama periode tersebut. Ia menyebut proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar awal yang cukup menjanjikan untuk melanjutkan pembicaraan damai.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membenarkan adanya kesepakatan sementara itu.
Ia memastikan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka selama masa gencatan senjata berlangsung, serta mengapresiasi peran Pakistan yang dinilai krusial dalam meredakan situasi.
Dengan waktu yang terbatas, pertemuan di Islamabad dipandang sebagai titik krusial yang akan menentukan arah hubungan kedua negara—apakah menuju perdamaian permanen atau kembali pada eskalasi konflik.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































