Sering Disamakan, Ternyata Ube Berbeda dari Ubi Ungu dan Talas

ube
ilustrasi ubi ungu. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Warna ungu cerah belakangan ramai menghiasi berbagai sajian dessert modern. Tren ini tak lepas dari kehadiran ube, bahan alami yang kini banyak digunakan sebagai pewarna sekaligus penambah rasa dalam aneka hidangan manis.

Meski semakin populer, tak sedikit orang yang masih mengira ube sama dengan ubi ungu atau talas. Padahal, ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mencolok, baik dari segi rasa, tekstur, maupun jenis tanaman.

Berasal dari Asia Tenggara

Advertisement

Ube merupakan jenis umbi-umbian dengan nama ilmiah Dioscorea alata atau dikenal sebagai purple yam. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan menjadi bahan pangan yang sangat populer di Filipina.

Berbeda dengan ubi ungu biasa, ube termasuk dalam keluarga yam yang memiliki karakteristik tersendiri.

Warna Ungu Alami yang Menarik

Salah satu daya tarik utama ube adalah warna ungunya yang cerah. Warna ini terbentuk secara alami dari kandungan antosianin, senyawa antioksidan yang juga bermanfaat bagi kesehatan.

Baca Juga :  Raja Thailand Resmi Sahkan Pernikahan Sesama Jenis

Karena tampilannya yang mencolok, ube kerap digunakan sebagai pewarna alami dalam berbagai dessert yang kini banyak diburu, terutama di media sosial.

Rasa Khas, Manis dan Lembut

Ube memiliki rasa yang berbeda dibanding umbi lainnya. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang unik, sering digambarkan memiliki sentuhan vanilla dan kacang.

Karakter ini membuat ube cocok diolah menjadi es krim, kue, hingga minuman kekinian.

Berbeda dengan Talas dan Ubi Ungu

Meski sekilas mirip, ube tidak sama dengan talas maupun ubi ungu. Ube cenderung lebih creamy dan manis, sementara talas memiliki rasa lebih netral dan sering digunakan untuk hidangan gurih.

Adapun ubi ungu umumnya bertekstur lebih padat dan tidak sehalus ube saat diolah. Perbedaan ini berpengaruh pada hasil akhir masakan.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Regional Melonjak, RI Bertahan

Ikon Kuliner Filipina

Di Filipina, ube telah lama menjadi bahan utama berbagai makanan tradisional seperti selai ube (ube halaya), es krim, hingga kue-kue khas.

Kini, penggunaannya semakin berkembang ke berbagai kreasi modern seperti donat, pancake, hingga latte, menjadikannya tren global yang terus meluas.

Mengandung Nutrisi Penting

Selain menarik secara visual, ube juga mengandung karbohidrat, serat, vitamin, serta antioksidan yang baik bagi tubuh.

Namun, karena banyak diolah menjadi dessert dengan tambahan gula tinggi, konsumsi ube tetap disarankan secara bijak. Versi yang lebih sehat bisa diperoleh dari olahan sederhana atau ube dalam bentuk utuh.

Di balik tampilannya yang mencuri perhatian, ube bukan sekadar tren kuliner. Umbi ini membawa cita rasa khas Asia Tenggara yang kini menjelma menjadi fenomena global di dunia dessert modern.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel