TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah tensi yang belum sepenuhnya mereda di kawasan Timur Tengah, Donald Trump mengungkapkan bahwa jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berjalan. Proses negosiasi itu disebutnya difasilitasi oleh Pakistan, yang berperan sebagai penghubung di tengah konflik yang belum menemukan titik akhir.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim pembicaraan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, meski belum merinci bentuk konkret dari kemajuan tersebut. Ia juga tidak menjelaskan apakah upaya itu telah mengarah pada kesepakatan gencatan senjata atau pembukaan jalur vital seperti Selat Hormuz.
“Kami masih memiliki sekitar 3.000 target. Sebelumnya kami telah menyerang 13.000 target, dan masih ada ribuan lainnya,” ujar Trump dalam wawancara dengan The Financial Times yang dikutip Al Jazeera, Senin (30/3/2026).
Meski pernyataannya bernada tegas, Trump tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.
“Kesepakatan bisa dicapai cukup cepat,” katanya.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga menyinggung langkah Iran yang mengizinkan kapal tanker minyak berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz. Ia menyebut kebijakan itu sebagai bentuk “hadiah” bagi Washington.
Menurut Trump, jumlah kapal yang diizinkan bahkan meningkat dua kali lipat atas persetujuan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
“Dialah yang memberi izin pengiriman kapal-kapal itu kepada saya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut sempat diragukan banyak pihak, namun kini disebut menjadi bagian dari dinamika negosiasi yang berjalan positif.
“Ketika mereka melihatnya, mereka terdiam, dan pembicaraan berlangsung sangat baik,” imbuh Trump.
Sementara itu, upaya diplomasi regional juga terus bergerak. Para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan berkumpul di Islamabad untuk membahas eskalasi konflik serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan.
Pertemuan yang digelar atas undangan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, difokuskan pada evaluasi situasi regional yang terus berkembang serta kepentingan bersama negara-negara terkait.
Pakistan sendiri berada pada posisi strategis, mengingat hubungan historisnya dengan Teheran sekaligus kedekatannya dengan negara-negara Teluk.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif bahkan disebut aktif menjalin komunikasi dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, guna mendorong solusi diplomatik.
Meski demikian, pihak Iran belum secara terbuka mengakui adanya pembicaraan resmi dengan Washington. Namun, sejumlah sumber menyebut Teheran telah menyampaikan respons terhadap proposal damai yang diajukan Trump melalui jalur Islamabad—menandakan bahwa komunikasi, meski senyap, tetap berlangsung di balik layar.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































