
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Para pemain Timnas Iran tampil dengan cara berbeda saat menghadapi Timnas Nigeria dalam laga uji coba internasional, Jumat (27/3/2026) di Antalya, Turki. Mereka memasuki lapangan sambil membawa ransel kecil, sebuah simbol duka untuk anak-anak korban konflik.
Aksi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap korban tewas dalam serangan militer yang terjadi di wilayah Minab, Iran, pada 28 Februari lalu. Serangan itu menargetkan sebuah sekolah putri dan menewaskan lebih dari 165 orang, mayoritas anak-anak, memicu kecaman luas dari komunitas internasional.
Di tengah situasi yang masih bergejolak, Iran tetap menjalani pertandingan. Namun perhatian publik justru tertuju pada gestur para pemain saat prosesi sebelum laga dimulai.
Ketika lagu kebangsaan dikumandangkan, setiap pemain Iran memegang ransel tersebut di depan dada. Simbol sederhana itu menggambarkan kehilangan yang mendalam, sekaligus menjadi pesan sunyi di tengah hiruk-pikuk pertandingan.
Selain itu, skuad yang dipimpin Mehdi Taremi juga mengenakan ban hitam di lengan sebagai tanda berkabung. Hingga 27 Maret, korban jiwa akibat konflik dilaporkan telah melampaui 1.900 orang di Iran.
Secara hasil, pertandingan dimenangkan Nigeria dengan skor 2-1. Namun laga ini lebih dikenang karena pesan kemanusiaan yang disampaikan para pemain Iran, alih-alih sekadar hasil akhir di papan skor.
Di sisi lain, situasi geopolitik turut berdampak pada agenda sepak bola internasional. Iran, yang telah memastikan diri tampil di Piala Dunia FIFA 2026, dijadwalkan memainkan laga fase grup di Amerika Serikat.
Namun, federasi sepak bola Iran menyatakan penolakan untuk bertanding di wilayah tersebut sebagai bentuk protes terhadap konflik yang melibatkan AS. Mereka mengusulkan agar pertandingan dipindahkan ke Meksiko.
Hingga kini, FIFA belum mengubah keputusan dan menyatakan bahwa jadwal tetap berjalan sesuai rencana awal. Sikap FIFA pun menuai sorotan, terutama jika dibandingkan dengan respons tegas mereka dalam konflik internasional sebelumnya.
Di tengah tensi politik dan duka yang belum reda, aksi simbolik para pemain Iran menjadi pengingat bahwa sepak bola kerap menjadi ruang untuk menyuarakan lebih dari sekadar permainan—tentang kemanusiaan, kehilangan, dan solidaritas.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































