TIMETODAY.ID, JAKARTA — Applied Behavior Analysis (ABA) atau ABA therapy adalah metode terapi yang umum digunakan untuk membantu anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) belajar keterampilan sehari-hari dan mengurangi perilaku yang mengganggu. Terapi ini berfokus pada pembentukan perilaku positif secara bertahap dan didasarkan pada prinsip analisis perilaku.
Cara Kerja ABA Therapy
Proses ABA therapy biasanya melibatkan beberapa langkah:
- Identifikasi perilaku target – misalnya belajar kontak mata atau mengurangi tantrum.
- Analisis penyebab perilaku – menemukan faktor yang memicu dan mempertahankan perilaku.
- Pelatihan langkah kecil – anak belajar keterampilan secara bertahap.
- Pengulangan konsisten – menguatkan kebiasaan agar anak bisa melakukannya mandiri.
- Penguatan positif – pujian atau hadiah sederhana untuk meningkatkan motivasi.
Manfaat ABA Therapy
Jika dilakukan secara konsisten sejak dini, ABA therapy dapat:
- Meningkatkan kemampuan komunikasi.
- Membentuk perilaku positif, seperti mengikuti instruksi atau duduk tenang.
- Mengurangi perilaku mengganggu, seperti tantrum.
- Melatih kemandirian sehari-hari, seperti makan, mandi, atau berpakaian.
- Mengembangkan keterampilan sosial.
Metode ABA Therapy
ABA therapy memiliki beberapa pendekatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak:
- Discrete Trial Training (DTT): belajar melalui instruksi sederhana dan penghargaan setelah respons benar.
- Natural Environment Training (NET): belajar dalam situasi sehari-hari, misalnya saat bermain, sehingga lebih alami dan menyenangkan.
- Pivotal Response Treatment (PRT): fokus pada motivasi dan komunikasi agar anak lebih aktif belajar.
- Verbal Behavior Intervention (VBI): menekankan kemampuan bahasa dan komunikasi, membantu anak memahami makna kata, bukan sekadar menghafal.
ABA therapy juga bisa dikombinasikan dengan terapi lain, seperti terapi wicara atau okupasi, untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Prosedur Pelaksanaan
Sebelum terapi dimulai, anak akan menjalani asesmen awal untuk menilai kemampuan komunikasi dan perilaku. Berdasarkan hasil ini, terapis menetapkan tujuan terapi jangka pendek dan panjang. Sesi ABA dilakukan dengan bimbingan terapis, pengulangan, dan penguatan positif. Intensitas terapi biasanya 20–40 jam per minggu, tergantung kebutuhan anak.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pastikan terapis memiliki sertifikasi dan pengalaman.
- Sesuaikan durasi terapi dengan kesiapan anak agar tidak kelelahan.
- Amati respons anak selama terapi.
- Orang tua aktif terlibat dan menerapkan strategi yang sama di rumah.
- Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, jadi kesabaran sangat penting.
ABA therapy efektif jika konsisten dan didukung lingkungan, termasuk keluarga dan sekolah. Dengan pendekatan ini, anak dengan autisme bisa lebih cepat belajar keterampilan penting dan berinteraksi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































