AS Rancang Uang Dolar Baru, Sertakan Tanda Tangan Presiden Trump

uang
tanda tangan donald trump . Foto: dok. REUTERS/Nathan Howard/File Photo

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat berencana menghadirkan desain baru uang kertas dolar dengan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanda tangan Presiden aktif, Donald Trump, akan dicantumkan dalam mata uang tersebut mulai musim panas 2026.

Kebijakan ini diumumkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai bagian dari peringatan 250 tahun kemerdekaan AS yang jatuh pada 4 Juli mendatang.

Langkah ini menjadi tonggak baru dalam sejarah keuangan AS, karena untuk pertama kalinya tanda tangan presiden yang masih menjabat dicetak pada uang kertas. Selain itu, perubahan ini juga mengakhiri tradisi panjang selama lebih dari satu setengah abad, di mana tanda tangan Bendahara AS selalu tercantum dalam mata uang sejak 1861.

Advertisement
Baca Juga :  India Mundur dari Agenda Dedolarisasi, BRICS Kehilangan Momentum?

Uang kertas pecahan 100 dolar akan menjadi yang pertama menggunakan desain baru tersebut, menampilkan tanda tangan Trump bersama Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Pencetakan dijadwalkan dimulai pada Juni 2026, sebelum diperluas ke pecahan lainnya secara bertahap.

Meski membawa perubahan pada bagian tanda tangan, otoritas menegaskan bahwa desain utama uang dolar tidak akan mengalami banyak perubahan. Elemen-elemen penting seperti tulisan “In God We Trust” tetap dipertahankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Saat ini, uang dolar yang beredar masih memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Janet Yellen serta Bendahara AS Lynn Malerba, yang disebut sebagai pejabat terakhir dengan tanda tangan di mata uang sebelum kebijakan baru diberlakukan.

Baca Juga :  Kapal Induk AS Bergerak, Ketegangan Baru Menggantung di Timur Tengah

Pihak pemerintah menilai langkah ini sebagai simbol peringatan bersejarah sekaligus refleksi atas kondisi ekonomi nasional.

“Kebijakan ini menjadi cara untuk menandai pencapaian besar negara dan momentum penting dalam sejarah Amerika Serikat,” ujar Scott Bessent dalam pernyataannya.

Dengan perubahan ini, uang dolar tak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari narasi sejarah yang terus berkembang.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel