TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan siap mengambil langkah tegas terhadap Iran, menyamakan strategi tersebut dengan tindakan militernya di Venezuela serta pembunuhan pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara dengan CBS News, Rabu (14/1/2026).
“Tujuan akhirnya adalah untuk menang. Mari kita definisikan dengan Venezuela. Mari kita definisikan dengan Al Baghdadi. Dia telah dilenyapkan,” ujar Trump.
Trump menyinggung operasi militer di Venezuela yang melibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Namun, belum jelas apakah pernyataan tersebut menandakan niat AS untuk menggulingkan rezim Iran yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden AS berdalih, tindakannya untuk mencegah situasi di Iran yang kini sedang dilanda demonstrasi berskala besar. Demonstrasi itu pecah sejak dua pekan terakhir dan dilaporkan menelan ribuan korban jiwa.
Trump juga menghasut para demonstran untuk mengambil alih lembaga-lembaga pemerintah, sembari menuding warganya dianiaya.
Unjuk rasa di Iran yang dimulai pada 28 Desember 2025 dipicu oleh inflasi dan melemahnya nilai mata uang rial. Aksi damai itu menyebar ke kota-kota besar dan berujung kerusuhan serta pembakaran fasilitas publik.
Pada 8 Januari, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979 dan kini tinggal di pengasingan di AS, ikut mendorong demonstran untuk menggulingkan pemerintah.
Bentrokan semakin memburuk setelah pemerintah Iran memutus akses internet dan komunikasi sejak Kamis pekan lalu, memperparah kesulitan pengawasan terhadap situasi di lapangan.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































