TIMETODAY.ID, JAKARTA – Peneliti di China berhasil mengembangkan robot bedah yang diklaim mampu melampaui kemampuan manusia dalam prosedur pencitraan otak, sekaligus memangkas durasi operasi hingga hampir 30%.
Teknologi ini diprediksi dapat menjadi terobosan penting dalam dunia medis, khususnya pada prosedur angiografi serebral.
Dilaporkan South China Morning Post (SCMP), robot bernama YDHB-NS01 menjadi sistem intervensi serebrovaskular pertama di dunia yang memperoleh persetujuan penggunaan klinis. Dalam uji coba di Peking Union Medical College Hospital (PUMCH), seorang dokter yang dibantu robot ini mampu mempercepat prosedur hingga sembilan menit dibanding teknik manual.
Robot ini didesain untuk membantu dokter melakukan pemeriksaan pembuluh darah otak, yang menjadi langkah krusial dalam mendiagnosis berbagai penyakit otak. Penulis utama studi, Dr. Zhao Yuanli, menyatakan bahwa hasil awal penggunaan robot menunjukkan prospek positif.
“Aplikasi klinis awal menunjukkan sistem robot ini layak digunakan untuk angiografi serebral diagnostik, serta menunjukkan indikasi awal keamanan dan kinerja yang sebanding dengan metode manual konvensional,” ujar Zhao.
Studi yang diterbitkan di Chinese Neurosurgical Journal menjelaskan tantangan prosedur manual.
Dokter harus memasukkan kawat tipis dari paha pasien hingga ke otak dengan bantuan sinar-X, yang rawan kesalahan karena tremor tangan, kelelahan fisik, dan paparan radiasi. Penggunaan pelindung timbal berat menambah beban kerja dan risiko kesehatan jangka panjang.
Dengan kehadiran robot, presisi prosedur meningkat sekaligus potensi paparan radiasi bagi tenaga medis berkurang.
Teknologi ini membuka jalan bagi otomatisasi dan efisiensi tinggi dalam prosedur medis kompleks. Jika terus dikembangkan, robot seperti ini berpotensi tidak hanya mempercepat operasi tetapi juga meningkatkan keselamatan dokter dan pasien.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































