
TIMETODAY.ID, BOGOR – Nur Aidah tidak pernah menyangka kebiasaan kecilnya memberi hadiah kepada teman-teman akan berubah menjadi sumber penghidupan. Enam tahun lalu, perempuan asal Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu hanya ingin membuat sesuatu yang berbeda, buket bunga dari tangannya sendiri, dibungkus rapi, diberikan cuma-Cuma alias gratis.
“Awalnya sering kasih teman gift (hadiah, red) buat ulang tahun. Ternyata teman-teman pada nanya, ‘Ini pesan di mana?'” kenang Aidah kepada timetoday.id, Selasa (17/3/2026).
Pertanyaan itulah yang mengubah arah hidupnya.
Perlahan, Aidah mulai berani menerima pesanan. Tak langsung besar, ia memulai hanya sebagai jasa merangkai, dengan bahan yang dibawa sendiri oleh pelanggan. Modal utamanya bukan uang, melainkan kepercayaan dari lingkaran pertemanan yang terus mempromosikan karyanya dari mulut ke mulut.
Babak baru datang setelah ia menikah. Parcel buatannya untuk keluarga ia unggah ke media sosial, sekadar berbagi, tanpa ekspektasi berlebih. Respons yang masuk justru di luar dugaan. Pesanan mengalir, dan sistem pemesanan pun resmi dibuka.
“Untuk parcel sudah berjalan tiga tahun, dari awal 2023,” ujarnya.
Kini, menjelang Lebaran 1447 H, dapur kecil usaha Aidah tak pernah sepi. Lebih dari 135 pesanan hampers dan sekitar 30 parcel telah ia kerjakan, sebagian sudah diambil, sebagian masih dalam proses. Setiap parcel diselesaikannya dalam waktu sekitar satu jam, dengan harga mulai Rp 80.000 hingga Rp 250.000, menyesuaikan isi dan keinginan pemesan.
Omzetnya? Belasan juta rupiah per tahun, angka yang terasa jauh dari sekadar hobi.
“Alhamdulillah, apalagi kalau mau hari perayaan, pasti ramai,” tuturnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































