Efek Domino Konflik, Penerbangan di Dubai Alami Gangguan

Konflik
Donald Trump menekan pemerintah China agar mengirimkan armada militernya untuk mengamankan Selat Hormuz. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan konflik di Timur Tengah berdampak luas, termasuk gangguan penerbangan di sekitar Bandara Internasional Dubai. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak China untuk ikut mengirim kapal perang guna mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Ia bahkan mengancam akan menunda pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping, jika permintaan tersebut tidak segera dipenuhi.

Trump menilai China memiliki kepentingan besar di kawasan tersebut karena sebagian besar pasokan energinya berasal dari jalur Selat Hormuz. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa Beijing seharusnya ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan jalur distribusi minyak dunia.

Advertisement
Baca Juga :  “Normal” di China, Tapi Aneh di Indonesia: Kisah Melisa Novianti Soal Hidup di Negeri Tirai Bambu

Tekanan ke NATO dan Negara Sekutu

Selain China, Trump juga memberikan tekanan kepada negara-negara anggota NATO agar turut mengirimkan kapal perang. Langkah ini bertujuan menjaga jalur pelayaran tetap aman bagi kapal tanker minyak dan perdagangan internasional.

Menurut Trump, sejumlah negara seperti Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris telah menyatakan kesiapan untuk membantu, termasuk dengan mengerahkan kapal penyapu ranjau dan aset militer lainnya.

Ketegangan Picu Ancaman Baru

Ketegangan meningkat setelah operasi militer AS dan Israel terhadap Iran. Trump menilai Iran berpotensi mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai bentuk respons.

Baca Juga :  WNI Ditahan di Norwegia Setelah Kecelakaan Maut, 2 Warga Tewas

Ia juga memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap fasilitas energi Iran, termasuk di Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut.

Di sisi lain, pejabat tinggi AS dan China masih melakukan perundingan di Paris untuk membahas berbagai isu, termasuk perang dagang dan rencana pertemuan bilateral kedua pemimpin negara.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga mengganggu transportasi udara dan stabilitas ekonomi global.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel