TIMETODAY.ID, JAKARTA — Situasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada industri kapal pesiar. Sejumlah kapal terpaksa menunda keberangkatan, bahkan memulangkan penumpang dari beberapa pelabuhan utama di kawasan Teluk Arab.
Menurut laporan yang dikutip dari Euronews, sekitar 15.000 penumpang kapal pesiar terdampak situasi tersebut. Data dari International Maritime Organization (IMO) menyebutkan banyak kapal kini masih berlabuh di pelabuhan penting seperti Dubai, Doha, dan Abu Dhabi.
Beberapa operator besar yang kapalnya terdampak antara lain MSC Cruises, TUI Cruises, Celestyal Cruises, serta AROYA Cruises.
Perusahaan kapal pesiar asal Yunani, Celestyal Cruises, mengonfirmasi bahwa kapal Celestyal Discovery saat ini masih berada di Dubai, sementara Celestyal Journey berlabuh di Doha. Para penumpang di kapal tersebut diturunkan secara bertahap demi alasan keselamatan.
Gangguan operasional juga memaksa perusahaan membatalkan sejumlah perjalanan, termasuk dua pelayaran bertema “Iconic Aegean” menuju Yunani yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini. Penumpang yang terdampak ditawarkan pengembalian dana penuh atau kredit perjalanan untuk pelayaran berikutnya.
Di sisi lain, AROYA Cruises memutuskan menghentikan seluruh jadwal pelayaran musim dingin di kawasan Teluk Arab. Perusahaan menyatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan otoritas maritim dan pemerintah setempat.
Operator lain, MSC Cruises, juga telah memulangkan lebih dari 1.500 penumpang kapal MSC Euribia dari Dubai melalui tujuh penerbangan, termasuk penerbangan charter dan maskapai komersial menuju beberapa negara seperti Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, Amerika Serikat, dan Brasil.
CEO MSC Cruises, Pierfrancesco Vago, mengatakan awak kapal dan tim operasional bekerja intensif untuk memastikan para penumpang dapat kembali ke negara masing-masing dengan aman.
Sementara itu, TUI Cruises turut membatalkan pelayaran kapal Mein Schiff 4 pada 23 Maret dan Mein Schiff 5 pada 12 Maret. Saat ini Mein Schiff 4 masih berada di Abu Dhabi, sedangkan penumpang Mein Schiff 5 tetap berada di kapal yang berlabuh di Doha.
Situasi keamanan regional ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat berdampak langsung pada sektor pariwisata global, terutama industri kapal pesiar yang sangat bergantung pada stabilitas jalur pelayaran internasional.***








































