Luapan Kali Cipaeh Bogor Rendam Jalur Kediaman Prabowo

kali cipaeh
Petugas dan warga berjibaku melintasi genangan banjir akibat luapan Kali Cipaeh yang merendam Jalur RI 1 di kawasan Bukit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026). Ketinggian air mencapai kurang lebih 40 sentimeter dan sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat sebelum akhirnya surut usai penanganan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Luapan Kali Cipaeh merendam Jalur kediaman Presiden Prabowo Subianto di kawasan Bukit Sentul, tepatnya di Kampung Pasir Maung, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Ketinggian air yang menggenangi ruas jalan tersebut mencapai kurang lebih 40 sentimeter.

Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan luapan kali dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Dikarenakan hujan deras yang berintensitas tinggi dengan waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan aliran Kali Cipaeh meluap dan merendam jalan raya Bukit Sentul,” ujar Jalaludin, Selasa (10/3/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Kunjungan Prabowo ke Qatar Disambut Meriah, WNI Sampaikan Dukungan untuk Timnas U-17

Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Bogor segera bergerak menuju lokasi. Penanganan di lapangan berlangsung sekitar 30 menit.

Jalaludin memastikan banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

“Nihil korban,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi banjir dilaporkan telah surut. Jalur RI 1 di kawasan Bukit Sentul kini sudah dapat kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga :  Prabowo Naik KRL Baru Buatan China Menuju Stasiun Tanah Abang

Di sisi lain, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bogor turut hadir di lokasi untuk melakukan peninjauan lebih lanjut. Jalaludin menyebut diperlukan penanganan lanjutan dari instansi terkait mengingat kapasitas aliran kali yang sudah tidak mampu menampung debit air.

“Dinas PU sudah berada di lokasi. Dibutuhkan penanganan lanjut dari instansi terkait, karena aliran kali yang sudah tidak bisa menampung debit air,” pungkasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel