
TIMETODAY.ID, BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor segera berbenah, baik dari sisi fasilitas maupun strategi pendapatan, menyusul hilangnya pemasukan daerah dari sektor pengujian kendaraan bermotor (uji KIR) akibat pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
Ketua Komisi II Rifky Alaydrus, menegaskan, sidak ini bertujuan memastikan pelayanan publik tetap berjalan sekaligus memetakan potensi pendapatan baru pascapenghapusan retribusi KIR.
“Sekarang pelayanan KIR sudah gratis sesuai ketentuan perundang-undangan, sehingga pendapatan dari sektor tersebut sudah tidak ada lagi. Karena itu kami ingin melihat potensi pendapatan lain yang masih bisa dikelola,” ujar Rifky usai inspeksi mendadak (sidak), belum lama ini.
Kepala Dishub Jatmiko Baliarto membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut pendapatan dari uji KIR kini menyentuh angka nol rupiah. Kendati demikian, pelayanan diklaim tetap berjalan normal dengan rata-rata 40 kendaraan per hari, mulai truk, angkot, hingga bus yang ditangani 12 tenaga fungsional penguji.
Dengan lenyapnya sumber pemasukan dari KIR, Dishub kini bertumpu pada retribusi parkir sebagai satu-satunya penopang pendapatan, dengan target Rp 3,5 miliar per tahun. Pengelolaannya saat ini tengah memasuki tahap lelang kepada pihak ketiga.
Anggota Komisi II Heri Cahyono menilai kondisi fasilitas Dishub turut memerlukan perhatian serius. Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) disebut membutuhkan renovasi, sementara kendaraan operasional seperti derek dan mobil crane untuk perawatan penerangan jalan umum sudah tua dan sebagian rusak. “Ini perlu perhatian agar pelayanan lapangan tidak terganggu,” tegasnya.
Anggota komisi lainnya, Hasbi Alatas, turut menyoroti kesemrawutan area parkir armada di lingkungan kantor Dishub dan meminta agar segera dilakukan penataan demi ketertiban operasional.
Sidak ini diharapkan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat infrastruktur transportasi sekaligus mengoptimalkan sektor parkir sebagai tulang punggung pendapatan Dishub ke depan.




































