Warner Bros Nekat Garap Film Game of Thrones di Tengah Krisis Merger

Game of Thrones
Warner Bros Nekat Garap Film Game of Thrones di Tengah Krisis Merger. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, CALIFORNIA – Di tengah ketidakpastian merger senilai miliaran dolar dengan Paramount Skydance, Warner Bros justru tancap gas untuk proyek ambisius mereka, film layar lebar perdana Game of Thrones. Naskah telah rampung, namun taruhan besar ini bisa runtuh seketika jika manajemen baru hasil merger memutuskan sebaliknya.

Dikutip dari Variety, Kamis (5/3/2026), film yang mengisahkan penaklukan Westeros oleh Aegon I Targaryen itu masih dalam tahap pengembangan awal. Sutradara dan pemeran utama belum diumumkan. Yang pasti, proses merger kedua raksasa Hollywood tersebut berpotensi membekukan atau bahkan membatalkan sejumlah proyek yang sedang berjalan, termasuk film Game of Thrones ini.

Baca Juga :  Stephanie Poetri Menikah: Tanpa Cincin, Tanpa Gaun Mewah, Tapi Penuh Cinta

Jika merger resmi disepakati, manajemen baru di bawah kepemimpinan CEO Paramount David Ellison akan memiliki kewenangan meninjau ulang seluruh portofolio proyek. Ellison sebelumnya menyatakan komitmen merilis 30 film bioskop pascamerger, sebuah sinyal yang dinilai positif bagi kelangsungan proyek besar seperti ini.

Advertisement

Film ini akan mengangkat kisah Aegon I Targaryen, tokoh pendiri dinasti Targaryen yang menaklukkan Westeros berabad-abad sebelum peristiwa dalam serial televisi Game of Thrones. Kisah tersebut, yang selama ini hanya dikenal melalui novel karya George R.R. Martin, diyakini sarat dengan intrik politik, perebutan kekuasaan, dan strategi militer berskala besar.

Baca Juga :  Banyak Dipakai di Indonesia, Ini Fungsi Penting Atap Rumah Miring

Franchise Game of Thrones sendiri telah menjadi fenomena global sejak debutnya sebagai serial televisi. Delapan musim tayangannya meraih puluhan penghargaan Emmy Awards dan ditonton jutaan penonton di seluruh dunia.

Pertanyaan kini bukan lagi soal cerita yang akan diangkat, melainkan apakah keberanian Warner Bros ini akan berbuah produksi, atau justru terkubur di meja negosiasi merger sebelum kamera pertama menyala.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel