Bobon Santoso Raih Rekor Dunia Usai Sajikan Ribuan Porsi Lontong Cap Go Meh

Bobon Santoso
Rekor dunia Lontong Cap Go Meh terbanyak berhasil dipecahkan oleh Bobon Santoso. Foto: Instagram/@bobonsantoso

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aroma santan dan kuah opor memenuhi udara Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, siang itu. Di tengah riuh Festival Imlek, sosok bertopi khas berdiri di balik wajan raksasa—Bobon Santoso kembali membuat gebrakan.

Chef yang dikenal dengan aksi masak besar itu resmi memecahkan rekor Guinness World Records setelah memasak dan menyajikan lebih dari 5.000 porsi Lontong Cap Go Meh dalam waktu delapan jam pada 28 Februari 2026.

Masak akbar tersebut menjadi salah satu agenda utama Festival Imlek yang digelar di Lapangan Banteng. Ribuan warga menyaksikan langsung proses memasak hingga pembagian hidangan yang sarat makna akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara itu.

Advertisement
Baca Juga :  Kabar Duka Lee Seo Yi, Aktris Sekaligus Cendekiawan yang Dirindukan

“Pecahin rekor dunia sebelum perang dunia ke 3 pecah,” ujar Bobon berseloroh, sembari memamerkan piagam Guinness World Records bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar.

Festival Imlek tahun ini memang terasa istimewa. Selain aksi masak besar, acara turut dimeriahkan parade budaya dari enam kota di Indonesia serta pertunjukan kolosal ratusan seniman dalam Pagelaran Sabang Merauke. Perayaan semakin hangat karena berdekatan dengan momentum Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan lintas budaya.

Di media sosial, pencapaian tersebut disambut antusias warganet. Banyak yang menyebut prestasi itu sebagai pencapaian langka dan membanggakan.

Rekor dunia ini terasa semakin bermakna karena diraih Bobon tak lama setelah ia memutuskan pensiun sebagai YouTuber. Dengan 17,7 juta pelanggan, ia memilih menjual kanal YouTube-nya senilai Rp20 miliar—keputusan besar yang sempat mengejutkan publik.

Baca Juga :  Barongsai dan Jejak Budaya Tionghoa di Indonesia

Bobon mengaku kelelahan secara mental dan finansial setelah bertahun-tahun memproduksi konten masak besar yang membutuhkan biaya tinggi.

“Enggak gampang membuat konten YouTube yang durasinya 15 menit ke atas, apalagi 1 jam. Apalagi untuk membuat konten masak besar biayanya terlalu besar meski dampaknya lebih luas,” ungkapnya.

Kini, alih-alih dikenal karena angka subscriber, Bobon kembali mencatatkan namanya lewat rekor dunia—sebuah pencapaian yang bukan hanya tentang jumlah porsi, tetapi juga tentang konsistensi, dedikasi, dan keberanian mengambil langkah baru setelah menutup satu bab penting dalam hidupnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel