TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langit Indonesia akan menghadirkan pertunjukan alam istimewa malam ini. Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) dapat disaksikan langsung dari berbagai wilayah Tanah Air, selama cuaca cerah mendukung pengamatan.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total pada Selasa, 3 Maret 2026, memasuki fase total mulai pukul 18.03.56 WIB. Puncak gerhana terjadi pada:
- 33.39 WIB
- 33.39 WITA
- 33.39 WIT
Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, dari awal fase penumbra hingga berakhir. Durasi fase sebagian (parsial) tercatat 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas—saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti (umbra) Bumi—berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Rincian Waktu Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Gerhana Penumbra Mulai (P1)
- 42.44 WIB
- 42.44 WITA
- 42.44 WIT
Gerhana Sebagian Mulai (U1)
- 49.46 WIB
- 49.46 WITA
- 49.46 WIT
Gerhana Total Mulai (U2)
- 03.56 WIB
- 03.56 WITA
- 03.56 WIT
Puncak Gerhana
- 33.39 WIB
- 33.39 WITA
- 33.39 WIT
Gerhana Total Berakhir (U3)
- 03.23 WIB
- 03.23 WITA
- 03.23 WIT
Gerhana Sebagian Berakhir (U4)
- 17.33 WIB
- 17.33 WITA
- 17.33 WIT
Gerhana Penumbra Berakhir (P4)
- 24.35 WIB
- 24.35 WITA
- 24.35 WIT
Mengapa Bulan Berwarna Merah?
Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus—yang hanya bisa berlangsung ketika fase bulan purnama. Pada gerhana total, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Jika langit cerah, Bulan akan tampak berwarna kemerahan saat puncak gerhana. Warna tersebut muncul akibat fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya berpanjang gelombang lebih panjang (merah) tetap lolos dan menerangi permukaan Bulan.
Wilayah Indonesia bagian timur diperkirakan memiliki visibilitas lebih baik karena dapat menyaksikan fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sementara itu, di wilayah barat Indonesia, Bulan kemungkinan sudah memasuki fase totalitas ketika pertama kali terlihat di ufuk timur.
Secara astronomis, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota dalam seri Saros 133. Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan akan kembali berulang pada 13 Maret 2044.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan, pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat khusus. Pastikan memilih lokasi terbuka dengan pandangan ke arah timur yang tidak terhalang gedung atau pepohonan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































