Diare Datang Saat Ramadan? Lakukan Langkah Ini Agar Puasa Tetap Lancar

diare
ilustrasi diare. Foto; istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gangguan pencernaan seperti diare bisa menjadi tantangan tersendiri saat menjalani ibadah puasa. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, kondisi ini juga berisiko menyebabkan tubuh cepat lemas hingga dehidrasi karena kehilangan banyak cairan.

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan minum selama belasan jam. Di sisi lain, diare membuat cairan dan elektrolit keluar lebih cepat dari tubuh. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi tersebut dapat memicu pusing, kelelahan, bahkan memaksa seseorang membatalkan puasa demi menjaga kesehatan.

Meski demikian, tidak semua kasus diare mengharuskan seseorang langsung berbuka. Selama gejalanya ringan dan kondisi tubuh masih stabil, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar puasa tetap berjalan dengan aman.

Advertisement
  1. Segera Berbuka Jika Muncul Tanda Bahaya

Prioritas utama tetap keselamatan tubuh. Puasa sebaiknya segera dibatalkan jika diare terjadi berulang disertai lemas berat, pusing hebat, jantung berdebar, atau hampir pingsan.

Tanda dehidrasi seperti mulut sangat kering, jarang buang air kecil, urine berwarna pekat, atau mata tampak cekung juga menjadi sinyal tubuh membutuhkan cairan segera.

Baca Juga :  Tips Cerdas Kurangi Garam Namun Tetap Lezat, Kunci Hidup Lebih Sehat Tanpa Kehilangan Rasa

Selain itu, kondisi darurat seperti demam tinggi, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau adanya darah pada tinja memerlukan pertolongan medis secepatnya.

  1. Penuhi Kebutuhan Cairan Saat Berbuka dan Sahur

Jika diare tergolong ringan dan puasa tetap dilanjutkan, kebutuhan cairan harus menjadi perhatian utama. Dianjurkan minum air putih secara bertahap hingga sekitar 8–12 gelas dari waktu berbuka hingga sahur.

Untuk membantu mengganti elektrolit yang hilang, oralit dapat dikonsumsi setelah berbuka, terutama setelah muntah atau buang air besar cair. Minumlah 1–2 gelas oralit secara perlahan guna mencegah dehidrasi.

  1. Pilih Makanan yang Ramah Pencernaan

Saat berbuka maupun sahur, utamakan makanan lembut dan mudah dicerna seperti bubur, nasi tim, kentang rebus, atau pisang. Jenis makanan ini membantu kerja usus yang sedang sensitif.

Disarankan makan dalam porsi kecil terlebih dahulu, lalu menambah secara bertahap setelah perut terasa lebih nyaman.

  1. Konsumsi Probiotik

Probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus dan mempercepat pemulihan saluran cerna. Kandungan ini bisa diperoleh dari suplemen maupun makanan fermentasi seperti yogurt.

Baca Juga :  Cara Mudah Detox Pikiran Negatif agar Terhindar dari Overthinking

Konsumsi probiotik dianjurkan saat berbuka atau sahur agar tidak mengganggu pelaksanaan puasa.

  1. Hindari Makanan Pemicu Diare

Selama masa pemulihan, sebaiknya hindari gorengan, makanan pedas, santan kental, serta minuman berkafein atau bersoda. Jenis makanan tersebut dapat merangsang usus dan memperburuk diare.

Kebersihan makanan juga penting diperhatikan untuk mencegah infeksi saluran cerna.

  1. Perbanyak Istirahat

Istirahat yang cukup membantu tubuh mempercepat proses penyembuhan. Mengurangi aktivitas berat dan menyempatkan tidur siang singkat dapat menjaga energi tetap stabil selama puasa.

Pada akhirnya, puasa tidak dianjurkan untuk dipaksakan bila kondisi tubuh tidak memungkinkan. Jika diare menyebabkan kelemahan berat, tidak mampu makan atau minum, atau muntah terus-menerus, pemeriksaan medis segera diperlukan. Penanganan seperti pemberian cairan infus mungkin dibutuhkan untuk mencegah komplikasi lebih serius.

Menjaga kesehatan tetap menjadi kunci utama agar ibadah puasa dapat dijalani dengan nyaman dan aman.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel