Perhatikan Pola Makan, Tujuh Jenis Makanan Ini Berpotensi Picu Inflamasi

Pola makan
Ilustrasi daging merah. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kondisi peradangan dalam tubuh dapat menjadi masalah kesehatan apabila berlangsung dalam jangka panjang atau muncul tanpa penyebab yang jelas. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah pola makan harian, termasuk jenis makanan yang kerap dikonsumsi.

Selama ini, peradangan sering dikaitkan dengan konsumsi minuman manis atau makanan berpengawet. Namun, sejumlah makanan sehari-hari juga berpotensi memicu inflamasi apabila dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara yang kurang tepat.

Mengutip laporan Times of India edisi 24 Desember, terdapat tujuh kelompok makanan yang dapat meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh.

Advertisement

1. roti dan nasi putih.
Roti putih, nasi putih, serta produk biji-bijian olahan lainnya mengalami proses penghilangan serat alami. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat. Jika terjadi berulang, lonjakan gula darah dapat memicu respons insulin berlebihan yang berkontribusi terhadap peradangan.

Baca Juga :  Mau Kulit Kencang dan Bebas Kerutan? Ubah Posisi Tidurmu Sekarang!

2. daging merah.
Daging merah merupakan sumber protein, namun konsumsi berlebihan atau proses memasak hingga terlalu matang dapat menghasilkan senyawa pemicu inflamasi, khususnya pada pembuluh darah. Risiko ini meningkat pada daging yang diolah dengan cara dibakar hingga gosong.

3. makanan goreng.
Makanan yang dimasak dengan suhu tinggi, seperti kentang goreng, menghasilkan senyawa advanced glycation end products (AGEs) dari minyak yang teroksidasi. Senyawa ini dapat meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh dan memicu peradangan jika dikonsumsi terlalu sering.

4. keripik kentang dan wafer.
Camilan kemasan yang digemari banyak orang ini mengandung lemak trans serta zat akrilamida. Kedua zat tersebut dapat mengaktifkan sistem imun dan berpotensi menyebabkan peradangan kronis apabila dikonsumsi secara rutin.

5. teh atau kopi dengan pendamping manis.
Kebiasaan minum teh atau kopi setelah makan dapat berdampak negatif apabila disertai konsumsi kue atau biskuit dengan kandungan gula tersembunyi. Kombinasi ini dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus dan memicu peradangan pada jaringan lemak.

Baca Juga :  Hidung Tiba-Tiba Merah? Bisa Jadi Tanda Iritasi hingga Infeksi

6. minyak sayur olahan.
Minyak seperti bunga matahari dan canola mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi. Tanpa keseimbangan dengan asupan omega-3, konsumsi berlebihan dapat mendorong tubuh ke kondisi proinflamasi.

7. keju.
Keju mengandung lemak jenuh dan emulsifier yang cukup tinggi. Pada sebagian orang, konsumsi berlebihan dapat memicu sensitivitas dan memperparah peradangan dalam tubuh.

Meski demikian, berbagai makanan tersebut tidak sepenuhnya harus dihindari. Cara pengolahan, porsi, serta frekuensi konsumsi menjadi faktor penentu dampaknya terhadap kesehatan. Pola makan yang seimbang dan bijak dinilai penting untuk menekan risiko peradangan dalam tubuh.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel