
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Masa liburan Natal dan Tahun Baru identik dengan momen kebersamaan. Meja makan penuh hidangan khas, obrolan hangat, dan suasana santai menjadi bagian yang dinanti banyak orang. Di Indonesia, perayaan ini kerap diwarnai aneka sajian lezat, mulai dari babi panggang, ayam rica-rica, ikan kuah kuning, lapis legit, klappertaart, hingga gorengan yang menggoda selera.
Namun, bagi orang yang hidup dengan gastroesophageal reflux disease (GERD), momen liburan bisa menjadi tantangan tersendiri. Perubahan pola makan, jam makan yang berantakan, porsi berlebih, serta konsumsi makanan berlemak dan pedas berpotensi memicu naiknya asam lambung. Jika tidak disiasati dengan baik, rasa perih di dada bisa mengganggu kenikmatan liburan.
Melanggar pantangan sesekali mungkin tak langsung menimbulkan keluhan. Namun, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang selama liburan dapat memicu kambuhnya GERD. Karena itu, memahami makanan apa saja yang sebaiknya dihindari dan pilihan menu yang lebih aman menjadi kunci agar tubuh tetap nyaman.
Beberapa jenis makanan diketahui kerap memicu GERD, salah satunya makanan tinggi lemak dan bersantan. Hidangan ini dapat memperlambat pengosongan lambung dan melemahkan katup kerongkongan, sehingga asam lambung lebih mudah naik. Makanan yang digoreng juga termasuk pemicu umum karena sulit dicerna dan meningkatkan tekanan di lambung.
Makanan pedas, meski jadi favorit banyak orang, berpotensi mengiritasi lapisan kerongkongan. Begitu pula makanan dan minuman asam seperti acar, asinan, rujak, serta saus tomat berlebih. Tak ketinggalan, cokelat dan dessert tinggi gula yang sering hadir saat Natal juga bisa melemahkan mekanisme penahan refluks.
Minuman seperti kopi, teh berkafein, soda, dan alkohol pun sebaiknya dibatasi. Kandungannya dapat merangsang produksi asam lambung sekaligus meningkatkan risiko refluks, apalagi jika dikonsumsi setelah makan besar atau menjelang tidur.
Sebagai alternatif, orang dengan GERD dianjurkan memilih makanan yang lebih ramah lambung. Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan kukus, tahu, dan tempe bisa menjadi pilihan. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, oatmeal, dan roti gandum juga membantu menyerap asam lambung berlebih.
Sayuran nonasam seperti wortel, buncis, bayam, dan brokoli relatif aman dikonsumsi, begitu pula buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel, melon, dan pir. Untuk minuman, air hangat atau teh herbal nonkafein seperti chamomile dan jahe dapat membantu menenangkan saluran cerna.
Selain memilih menu dengan bijak, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu mencegah GERD kambuh selama liburan. Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, menghindari makan besar sebelum tidur, tetap bergerak ringan setelah makan, serta menjaga stres dan kelelahan adalah langkah penting yang kerap terlupakan.
Liburan seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dan menikmati kebersamaan, bukan menambah beban tubuh. Dengan penyesuaian sederhana dan kesadaran memilih makanan, orang dengan GERD tetap bisa menikmati Natal dan Tahun Baru dengan nyaman, tanpa harus mengorbankan kesehatan. (MG4)




































