Diet Viral 2025 Banyak Menuai Sorotan, Janji Instan yang Berisiko bagi Kesehatan

Diet
Diet viral 2025 ramai menjanjikan hasil instan, tetapi banyak di antaranya justru menyimpan risiko kesehatan yang serius. ilustrasi diet ekstrem (freepik.com/jcomp)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Diet kini tak lagi sekadar urusan gizi dan kesehatan. Di era media sosial, pola makan tertentu bisa mendadak viral berkat unggahan singkat, testimoni instan, dan ribuan tanda suka. Sayangnya, popularitas tersebut kerap dibarengi janji penurunan berat badan cepat tanpa diimbangi dasar ilmiah yang kuat.

Sejumlah tren diet yang ramai dibicarakan sepanjang 2025 justru dinilai mengabaikan kebutuhan nutrisi penting tubuh. Alih-alih menyehatkan, sebagian di antaranya berpotensi menimbulkan masalah fisik dan psikologis, terutama jika dijalani tanpa pendampingan tenaga profesional.

Para ahli menegaskan bahwa tren diet ekstrem bukan fenomena baru, tetapi pengaruh media sosial membuatnya menyebar lebih luas dan cepat. Banyak orang, khususnya generasi muda, mengikuti tren tersebut demi hasil visual, tanpa memahami dampak jangka panjangnya terhadap tubuh dan mental.

Advertisement

Berikut beberapa tren diet viral 2025 yang menuai banyak kritik dan sebaiknya dihindari.

Cotton Ball Diet, Ekstrem dan Berbahaya

Salah satu tren paling mengkhawatirkan adalah cotton ball diet. Pola ini menganjurkan konsumsi bola kapas yang direndam jus atau smoothie dengan tujuan menciptakan rasa kenyang tanpa kalori.

Baca Juga :  Sering Dianggap Sepele, Asupan Gula Berlebih Bisa Perlahan Merusak Kesehatan Otak

Secara medis, praktik ini sangat berbahaya. Kapas tidak dapat dicerna tubuh dan berisiko menyumbat saluran pencernaan, memicu obstruksi usus, infeksi, hingga kondisi darurat yang memerlukan tindakan bedah. Para ahli juga menilai diet ini berkaitan erat dengan gangguan makan dan hubungan tidak sehat dengan makanan.

Diet Tinggi Protein Ekstrem

Tren lain yang kembali populer adalah diet tinggi protein dan sangat rendah karbohidrat, seperti carnivore diet dan protein power. Pola ini mendorong konsumsi berlebihan daging dan produk hewani, sembari menghilangkan buah, sayur, dan biji-bijian.

Meski beberapa orang mengalami penurunan berat badan di awal, penelitian jangka panjang menunjukkan diet ini tidak seimbang secara nutrisi. Risiko penyakit jantung, gangguan metabolik, serta masalah pencernaan meningkat akibat kurangnya serat dan zat gizi penting lainnya.

Three Bite Rule yang Menyesatkan

Aturan tiga gigitan sempat ramai di media sosial sebagai bentuk “mindful eating”. Konsepnya sederhana: cukup tiga gigitan, lalu berhenti makan. Namun, para ahli gizi menilai pendekatan ini cenderung memaksakan pembatasan tanpa mempertimbangkan sinyal lapar dan kenyang alami tubuh.

Alih-alih melatih kesadaran makan, metode ini justru berpotensi memicu rasa bersalah, pola makan tidak stabil, dan gangguan makan, terutama pada individu yang rentan.

Baca Juga :  Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bikin Tulang Cepat Keropos

Detox dan Cleanse Ekstrem

Diet detox dan cleanse juga kembali mencuat dengan klaim mampu “membersihkan racun” dari tubuh. Padahal, secara alami tubuh sudah memiliki sistem detoksifikasi melalui hati dan ginjal.

Diet ini sering melibatkan asupan kalori sangat rendah, puasa singkat, atau suplemen tanpa regulasi jelas. Dampaknya bisa berupa kekurangan vitamin dan mineral, gangguan hormon, kelelahan, hingga efek yo-yo dieting yang membuat berat badan naik kembali setelah diet berakhir.

Edukasi Jadi Kunci

Para pakar sepakat bahwa tren diet dengan janji instan kerap menutupi risiko kesehatan yang serius. Bukti ilmiah menunjukkan pola makan ekstrem dapat menyebabkan defisiensi gizi, gangguan metabolik, serta hubungan yang tidak sehat dengan makanan.

Daripada mengikuti tren sesaat, pendekatan terbaik adalah menerapkan pola makan seimbang dan berkelanjutan, disesuaikan dengan kebutuhan individu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel