TIMETODAY.ID, JAKARTA — Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan arahan keselamatan terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 dan Boeing 8200 menyusul temuan potensi gangguan pada sistem pendingin udara kabin dan kokpit.
Masalah tersebut berkaitan dengan pemutus sirkuit listrik yang berisiko mengalami kerusakan dan memicu peningkatan suhu tinggi di dalam kabin maupun ruang kokpit.
FAA meminta Boeing untuk merevisi panduan penerbangan resmi seluruh pesawat terdampak dalam waktu 30 hari. Revisi itu bertujuan memberikan prosedur operasional yang jelas bagi awak penerbangan apabila gangguan listrik menyebabkan sistem pendingin udara tidak berfungsi.
Regulator penerbangan AS menyebut arahan tersebut mencakup sekitar 2.119 pesawat di seluruh dunia, termasuk 771 unit yang terdaftar di Amerika Serikat. Boeing menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut dan tengah menyiapkan solusi teknis permanen.
“Kami sedang mengembangkan solusi teknik untuk menghilangkan kemungkinan kesalahan listrik ini,” kata Boeing dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Kamis (26/2/2026).
FAA mengungkapkan setidaknya terdapat dua laporan insiden terkait lonjakan suhu kabin secara signifikan. Kerusakan sistem pendingin udara dinilai berpotensi menyebabkan suhu tidak terkendali yang dapat memicu cedera hingga menurunkan kemampuan awak dalam mengoperasikan pesawat secara aman.
Salah satu insiden dilaporkan melibatkan maskapai Southwest Airlines, yang kini terus berkoordinasi dengan FAA dan Boeing. Maskapai tersebut juga telah memberikan panduan kepada awak penerbangannya mengenai langkah penanganan jika terjadi gangguan listrik serupa.
Boeing menjelaskan penyebab utama masalah berasal dari kesalahan kabel ground pada sistem pendingin udara. Perusahaan memperkirakan proses perbaikan dapat diselesaikan sebelum tahap sertifikasi dan menegaskan bahwa persoalan ini tidak akan memengaruhi jadwal sertifikasi pesawat.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































