TIMETODAY.ID, JAKARTA — Industri musik Jepang tengah berduka. Drummer band rock legendaris LUNA SEA, Shinya Yamada atau yang dikenal dengan nama panggung Shinya, meninggal dunia pada 17 Februari pukul 18.16 waktu setempat.
Kabar duka tersebut diumumkan langsung melalui situs resmi band, yang menyebutkan Shinya mengembuskan napas terakhir setelah perjuangan panjang melawan penyakit serius.
Berjuang Melawan Kanker
Shinya diketahui didiagnosis mengidap kanker kolorektal stadium 4 pada tahun 2020. Kondisi kesehatannya semakin menurun setelah ia juga didiagnosis mengalami tumor otak pada tahun lalu.
Selama masa pengobatan, sang drummer menjalani tujuh kali operasi serta rangkaian kemoterapi intensif. Meski dalam kondisi fisik yang terus melemah, Shinya tetap menunjukkan semangat kuat untuk kembali tampil di atas panggung.
Ia bahkan sempat merencanakan tampil dalam konser Lunatic yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026, setelah sebelumnya ditunda dari Desember 2025. Namun kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya berpulang.
Pemakaman Digelar Privat
Dilansir Anime News Network, pihak keluarga meminta prosesi pemakaman dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat dekat.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, LUNA SEA berencana menggelar acara peringatan khusus bagi para penggemar. Detail mengenai acara tersebut akan diumumkan kemudian.
Sosok Penting Visual Kei Jepang
Shinya Yamada lahir di Prefektur Kanagawa pada 13 Januari 1970. Ia menikah dengan penyanyi Aya Ishiguro pada Mei 2000. Pasangan tersebut dikaruniai tiga anak — dua putri dan satu putra.
Sejak terbentuk pada 1989, LUNA SEA dikenal sebagai salah satu pionir gerakan visual kei dan rock Jepang modern. Selain aktif bersama band, Shinya juga sempat menjalani karier sebagai artis solo.
Band ini turut mengisi lagu tema untuk berbagai proyek anime populer, termasuk Endride dan Mobile Suit Gundam: The Origin: Advent of the Red Comet.
Pesan Terakhir yang Mengharukan
Unggahan terakhir Shinya di Instagram dibuat pada 13 November lalu, tak lama setelah penampilan kejutan di Lunatic Fest 2025.
Dalam pesannya, ia mengungkapkan rasa haru setiap kali melihat kembali momen kebersamaan bersama rekan-rekan bandnya.
“Saya menangis setiap kali melihat foto penampilan band dan memberikan penghormatan terdalam bagi anggota lainnya,” tulisnya.
Kepergian Shinya meninggalkan duka mendalam bagi penggemar musik rock Jepang di seluruh dunia. Sosoknya dikenang bukan hanya sebagai drummer berbakat, tetapi juga simbol dedikasi, ketahanan, dan cinta tanpa batas terhadap musik.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































