Tak Sekadar Pelengkap Kolak, Cek Kandungan Gizi Kolang-kaling

kolang-kaling
Ilustrasi kolang-kaling. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di meja takjil hingga sajian kolak Ramadan, kolang-kaling hampir tak pernah absen. Teksturnya kenyal, rasanya ringan, dan kerap dipercaya memiliki manfaat besar bagi kesehatan, terutama tulang. Namun, benarkah kolang-kaling bisa diandalkan sebagai sumber nutrisi harian?

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menjelaskan bahwa kolang-kaling memang mengandung sejumlah zat gizi yang bermanfaat. Meski demikian, buah ini tidak dapat berdiri sendiri sebagai sumber nutrisi utama. Nilai kesehatannya sangat ditentukan oleh jumlah konsumsi dan cara pengolahannya.

Dalam 100 gram kolang-kaling, terdapat sekitar 103 kalori, 26 gram karbohidrat, 23 gram gula, serta 2–3 gram serat pangan. Selain itu, kolang-kaling juga mengandung sejumlah mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, dan vitamin C yang mendukung berbagai fungsi tubuh.

Advertisement
Baca Juga :  Noda Arang di Carport Usai Bakar Sate? Begini Cara Bersihkannya

Kandungan kalsium inilah yang membuat kolang-kaling kerap diasosiasikan dengan kesehatan tulang. Setiap 100 gram kolang-kaling mengandung sekitar 91 miligram kalsium. Meski demikian, jumlah tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan kalsium harian.

“Jadi jangan terlalu berharap banyak pada kalsium dari kolang-kaling ya,” ujar Johanes mengutip dari CNNIndonesia.com,

Selain kalsium, kolang-kaling juga mengandung kalium yang berperan membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh sehingga mendukung kestabilan tekanan darah.

Kandungan zat besinya membantu pembentukan sel darah merah dan hemoglobin, yang penting untuk mencegah anemia. Vitamin C di dalamnya turut mendukung proses pembentukan dan pertumbuhan tulang.

Tak hanya itu, kolang-kaling mengandung senyawa fenolik yang bersifat antioksidan. Zat ini berperan melawan radikal bebas hasil metabolisme tubuh yang berlebihan dan berpotensi memicu berbagai penyakit.

Baca Juga :  Cara Membuat Misro Renyah dan Manis, Ide Takjil untuk Buka Puasa

Meski demikian, Johanes menekankan bahwa manfaat tersebut tidak serta-merta bisa diperoleh dari konsumsi kolang-kaling sehari-hari dalam bentuk olahan umum.

Biasanya, kolang-kaling disajikan dalam bentuk manis seperti kolak atau campuran es yang mengandung tambahan gula dan santan.

“Kita perlu memperhitungkan juga tambahan kalori dari bumbu yang dimakan bersama dengan kolang-kaling,” ujar Johanes.

Karena itu, konsumsi kolang-kaling tetap perlu dibatasi dalam porsi wajar. Pengurangan gula tambahan serta pelengkap berupa sumber protein dan serat lain akan membantu menjadikannya bagian dari pola makan yang seimbang. Dengan cara tersebut, kolang-kaling bisa tetap dinikmati tanpa mengurangi manfaat kesehatannya.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel