Bolehkah Minum Kopi Saat Sahur? Ini Penjelasan Medisnya

Sahur
Minum kopi saat sahur, bikin kuat puasa atau malah bikin cepat haus? Ini penjelasan medis yang perlu kamu tahu sebelum menyeruputnya saat Ramadan. ilustrasi minum kopi saat sahur (pexels.cpm/MART PRODUCTION)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Sahur adalah waktu penting sebelum memulai puasa Ramadan. Pada momen inilah tubuh mendapatkan asupan energi dan cairan untuk bertahan lebih dari 12 jam. Bagi banyak orang, kopi adalah bagian dari rutinitas harian. Namun, apakah minum kopi saat sahur aman atau justru berisiko saat berpuasa?

Jawabannya tidak hitam-putih. Ada faktor fisiologi tubuh, hidrasi, serta kualitas tidur yang perlu dipertimbangkan.

1. Peran kafein dalam tubuh

Kafein merupakan stimulan sistem saraf pusat yang bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak sehingga rasa kantuk berkurang. Konsumsi kafein hingga 400 mg per hari (sekitar 3–4 cangkir kopi seduh) masih dianggap aman bagi orang dewasa sehat.

Advertisement

Tinjauan besar dalam jurnal BMJ menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko beberapa penyakit kronis. Artinya, kopi pada dasarnya bukan musuh kesehatan—namun konteks puasa berbeda dari hari biasa.

2. Apakah kopi menyebabkan dehidrasi?

Kopi sering dianggap menyebabkan dehidrasi karena efek diuretik kafein. Secara fisiologis, kafein memang dapat meningkatkan produksi urine, terutama pada orang yang jarang mengonsumsinya.

Baca Juga :  Teh Jahe Campur Serai, Minuman Hangat yang Segar dan Menenangkan

Namun, penelitian menunjukkan bahwa pada peminum kopi rutin, efek ini relatif ringan dan tidak sampai mengganggu keseimbangan cairan tubuh secara signifikan. Artinya, satu cangkir kopi saat sahur tidak otomatis membuat tubuh dehidrasi.

Risiko bisa meningkat jika:

  • Asupan cairan antara berbuka dan sahur kurang
  • Konsumsi kopi berlebihan
  • Disertai aktivitas fisik berat saat puasa

Kuncinya tetap pada total hidrasi harian.

3. Pengaruh terhadap rasa haus dan lambung

Kafein bisa meningkatkan rasa haus pada sebagian orang, apalagi jika tidak diimbangi air putih yang cukup. Selain itu, sifat asam kopi dapat memicu ketidaknyamanan lambung, terutama jika diminum saat perut kosong atau pada individu dengan maag.

Jika kamu mudah mengalami perih lambung atau asam lambung naik, sebaiknya hindari kopi saat sahur atau konsumsi setelah makan.

4. Dampak terhadap kualitas tidur

Sahur biasanya dilakukan menjelang waktu tidur kembali. Konsumsi kafein bahkan enam jam sebelum tidur terbukti dapat menurunkan kualitas tidur.

Baca Juga :  Bye-bye Iritasi! Ini Kandungan Skincare Wajib Buat Pria Setelah Cukur

Jika setelah sahur kamu kembali tidur, kopi bisa membuat tidur menjadi kurang nyenyak. Akumulasi kurang tidur justru membuat tubuh terasa lebih lelah saat berpuasa, meski sudah minum kopi.

5. Jadi, boleh atau tidak?

Minum kopi saat sahur boleh, dengan catatan:

  • Tidak melebihi 400 mg kafein per hari
  • Tetap mencukupi kebutuhan cairan
  • Tidak memiliki gangguan lambung atau sensitivitas tinggi terhadap kafein
  • Tidak mengorbankan kualitas tidur

Perlu diingat, energi utama saat puasa tetap berasal dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan hidrasi cukup—bukan dari kafein.

Bagi yang terbiasa minum kopi setiap hari, menghentikannya secara mendadak saat Ramadan bisa memicu gejala withdrawal seperti sakit kepala dan mudah marah. Mengurangi secara bertahap sebelum Ramadan sering kali lebih bijak.

Pada akhirnya, respons tubuh tiap orang berbeda. Ada yang tetap segar dengan secangkir kopi saat sahur, ada pula yang merasa lebih haus dan sulit tidur. Dengarkan sinyal tubuhmu dan pilih yang paling seimbang. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel