Kebakaran Pabrik Kimia Picu Kekhawatiran Warga, Penanganan Dampak Lingkungan Dikebut

kebakaran
Gudang penyimpanan pestisida di kawasan Tangsel dilaporkan terbakar. Foto: dok istimewa

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aparat kepolisian dari Polres Tangerang Selatan masih mendalami penyebab kebakaran pabrik pestisida di kawasan Setu yang berdampak pada pencemaran Sungai Cisadane. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan proses pengusutan masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan.

“Masih kami dalami dalam proses penyelidikan,” ujar Boy kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).

Advertisement

Sejauh ini, kepolisian telah memeriksa lima orang saksi yang terdiri dari pihak manajemen, karyawan, hingga petugas keamanan pabrik. Namun, pihak kepolisian belum memaparkan secara rinci perkembangan terbaru dari proses penyelidikan tersebut.

Baca Juga :  Kecelakaan Truk Tronton di Ciputat, Polisi Alihkan Lalu Lintas ke Jalur Bawah

“Masih dalam proses,” jelasnya.

Sebagai bagian dari langkah hukum, polisi telah menerbitkan laporan polisi model A yang menjadi dasar penyelidikan dugaan tindak pidana terkait kebakaran.

Melalui laporan tersebut, penyidik akan menelusuri kemungkinan pelanggaran hukum sekaligus mengungkap penyebab utama kebakaran.

Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan untuk melakukan penelitian terhadap sampel bahan kimia pestisida dari perusahaan tersebut. Langkah ini dilakukan guna mengetahui potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Kebakaran pabrik pestisida diketahui terjadi pada Senin (9/2). Petugas pemadam kebakaran harus mengerahkan berbagai upaya, termasuk penggunaan dua truk pasir, untuk mengendalikan api yang bersumber dari bahan kimia berbahaya. Proses pemadaman berlangsung selama tujuh jam sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan.

Baca Juga :  Kota Bogor Raih Penghargaan 'Pendamping Terbaik' dari Kementerian PU

Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan yang cukup serius. Air Sungai Cisadane dilaporkan berubah warna menjadi putih dan diduga tercemar bahan kimia dari lokasi kebakaran.

Dampak pencemaran itu juga menyebabkan banyak ikan ditemukan mati di aliran sungai, memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekosistem perairan di wilayah tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel