
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah menyiapkan langkah besar terkait pemulihan konflik di Jalur Gaza. Pemerintahannya dikabarkan akan mengumumkan proyek rekonstruksi bernilai ratusan triliun rupiah dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington DC.
Laporan Reuters, yang mengutip sejumlah sumber pejabat Amerika Serikat, menyebut forum tersebut akan dihadiri delegasi dari sedikitnya 20 negara, termasuk beberapa kepala negara. Agenda utama yang akan dibahas mencakup pemulihan infrastruktur dan kondisi sosial di Gaza, serta pembahasan kontribusi dana dari negara-negara anggota Board of Peace.
Selain proyek rekonstruksi, Trump juga disebut akan memaparkan rencana pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF.
Rencana tersebut telah mendapatkan legitimasi melalui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disahkan pada November 2025. Sejumlah negara dilaporkan telah menyatakan kesiapan untuk mengirim ribuan personel pasukan dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam pembahasan yang lebih luas, sumber pejabat Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa pertemuan akan menyoroti isu kemanusiaan, termasuk rencana pembentukan kepolisian khusus di Gaza sebagai bagian dari upaya stabilisasi wilayah pascakonflik.
Sebelumnya, pada 16 Januari, Trump mengumumkan pembentukan Board of Peace Gaza yang beranggotakan sejumlah tokoh penting.
Mereka di antaranya Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, penasihat sekaligus menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Dalam perluasan dukungan internasional, Trump juga disebut telah mengundang para pemimpin dari 50 negara untuk bergabung dalam dewan tersebut. Undangan itu mencakup negara-negara yang selama ini memiliki relasi kompleks dengan Amerika Serikat, seperti China, Rusia, dan Belarusia.
Langkah pembentukan Board of Peace Gaza ini dinilai sebagai bagian dari upaya internasional untuk mempercepat stabilisasi kawasan sekaligus merumuskan skema pemulihan jangka panjang bagi wilayah yang terdampak konflik berkepanjangan.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































