Arsenal Tajam dari Bola Mati, Tapi Kini Jadi Bumerang

arsenal
Arsenal yang tajam dari bola mati justru kebobolan dari lemparan ke dalam saat ditahan Brentford 1-1. (Foto: Getty Images)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Arsenal dikenal sebagai tim paling tajam dari situasi bola mati musim ini. Namun, senjata andalan itu justru menjadi bumerang saat menghadapi Brentford.

Hingga pekan ke-26 Premier League, Arsenal telah mencetak 15 gol dari bola mati sekitar 31 persen dari total 50 gol mereka. Jumlah itu hanya terpaut sedikit dari gol permainan terbuka yang mencapai 24 gol.

Meski efektif, Arsenal kerap dikritik karena dianggap terlalu bergantung pada bola mati. Ironisnya, saat bertandang ke Gtech Community Stadium, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, mereka justru kebobolan dari situasi serupa.

Advertisement

Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol Noni Madueke pada menit ke-61. Namun keunggulan itu tak bertahan lama setelah Keane Lewis-Potter menyamakan skor sepuluh menit kemudian.

Baca Juga :  Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pinggir Sungai Cipakancilan, Bogor Tengah

Gol tersebut bermula dari lemparan ke dalam jarak jauh andalan Brentford. Sepp van den Berg melempar bola ke kotak penalti, disundul Michael Kayode, lalu diteruskan Lewis-Potter ke dalam gawang. Sepanjang laga, bola mati Arsenal sendiri tak menghasilkan gol.

Situasi ini semakin terasa pahit karena Brentford justru merupakan tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit dari bola mati musim ini, yakni hanya empat gol.

Manajer Arsenal Mikel Arteta mengakui kualitas lawan dalam situasi tersebut.

Baca Juga :  Janice Tjen Singkirkan Leylah Fernandez di Babak Pertama Australia Open 2026

“Mereka salah satu tim paling bagus dari bola mati sepanjang sejarah liga ini dan mereka mengembangkannya musim ini dengan lemparan ke dalam. Ini ancaman nyata dan sulit untuk diantisipasi,” ujar Arteta kepada BBC Sport.

“Kami tidak seharusnya memberikan free kick untuk lawan seperti itu. Anda harusnya bisa lebih tenang menghadapi mereka.”

“Kami ingin menang, jadi kami merasa seperti kehilangan dua poin. Mereka sangat sulit.”

Hasil ini menunjukkan bahwa meski Arsenal punya kekuatan utama di bola mati, detail kecil dalam bertahan tetap bisa menjadi penentu hasil akhir.

(MG7)

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel