TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dubai kembali menarik perhatian dunia melalui rencana ambisius terbarunya. Kota yang dikenal dengan deretan proyek berskala global ini berencana membangun jalan berlapis emas asli di kawasan baru bernama Dubai Gold District. Proyek tersebut diklaim sebagai yang pertama di dunia.
Jalan yang diberi nama Gold Street itu dirancang sebagai elemen utama kawasan Dubai Gold District dan akan dibangun menggunakan material emas. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru, tetapi juga memperkuat citra Dubai sebagai salah satu pusat perdagangan emas dan perhiasan global.
Mengutip laporan Gulf News, Senin (2/2/2026), pengembang properti Ithra Dubai menyatakan bahwa pembangunan Gold Street tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penguatan infrastruktur perdagangan, ritel, dan investasi emas di kawasan tersebut. Jalan emas itu akan terintegrasi langsung dengan ekosistem bisnis dan pariwisata di sekitarnya.
Adapun detail mengenai desain hingga tahapan konstruksi Gold Street akan diumumkan secara bertahap seiring perkembangan proyek.
Dubai Gold District sendiri diproyeksikan menjadi kawasan perdagangan terpadu dengan lebih dari 1.000 gerai ritel. Produk yang ditawarkan mencakup emas dan perhiasan, parfum, kosmetik, hingga berbagai produk gaya hidup. Sejumlah merek ternama telah lebih dulu beroperasi di kawasan ini.
Untuk menunjang aktivitas wisata dan bisnis internasional, Dubai Gold District juga dilengkapi lebih dari 1.000 kamar tamu yang tersebar di enam hotel di sekitarnya. Akses wisata ke kawasan ini turut diperluas sejak 2025, salah satunya melalui penambahan rute bus wisata Big Bus yang langsung melayani area tersebut.
Sepanjang tahun 2025, Dubai Gold District tercatat dikunjungi wisatawan dari lebih dari 147 negara. Peluncuran kawasan ini berlangsung di tengah posisi Uni Emirat Arab sebagai salah satu pusat perdagangan emas fisik terbesar di dunia.
Data resmi mencatat, pada periode 2024–2025, Uni Emirat Arab mengekspor emas senilai sekitar 53,41 miliar dolar AS, dengan Swiss, Inggris, India, Hong Kong, dan Turki sebagai mitra dagang utama. Secara global, UEA menempati peringkat kedua sebagai destinasi perdagangan emas fisik terbesar.
CEO Dubai Festivals and Retail Establishment (DFRE) yang berada di bawah Dubai Department of Economy and Tourism (DET), Ahmed Al Khaja, menegaskan bahwa emas memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat bagi Dubai.
“Emas telah terjalin kuat dalam budaya dan kehidupan komersial Dubai, melambangkan warisan, kemakmuran, dan semangat kewirausahaan kami,” ujarnya.
Menurut Ahmed, pengembangan Dubai Gold District mencerminkan kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta dalam mendorong inovasi berskala global. Kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan internasional, meningkatkan arus investasi, serta semakin mengukuhkan reputasi Dubai sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk dikunjungi, ditinggali, dan bekerja.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































