Trump Rencanakan Transformasi Kennedy Center Lewat Penutupan Sementara

Trump
Kennedy Center. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat gebrakan kontroversial dengan mengumumkan rencana penutupan sementara Kennedy Center, kompleks seni ikonik di Washington DC, selama dua tahun mulai 4 Juli mendatang. Keputusan ini ia yakini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan kemegahan baru bagi fasilitas tersebut.

“Saya telah menentukan bahwa cara tercepat untuk membawa Trump Kennedy Center ke tingkat kesuksesan, keindahan, dan kemegahan tertinggi, adalah dengan menghentikan Operasi Hiburan untuk jangka waktu sekitar dua tahun,” tulis Trump, dikutip AFP, Senin (2/2/2026).

Sejak kembali menjabat, Trump diketahui melakukan pengambilalihan terhadap Kennedy Center, yang sebelumnya bersifat non-partisan, bahkan menambahkan namanya sendiri pada fasilitas itu.

Advertisement
Baca Juga :  Dampak Gejolak Politik: Kekayaan Lima Taipan Dunia Tergerus Hingga Ratusan Triliun

Penutupan ini menurut Trump diperlukan agar proyek konstruksi dan renovasi berjalan tanpa hambatan dari kegiatan hiburan yang biasanya digelar di sana, mulai dari konser, opera, musikal, hingga pertunjukan balet.

“Trump Kennedy Center, jika ditutup sementara untuk konstruksi, revitalisasi, dan pembangunan kembali lengkap, tanpa diragukan lagi, dapat menjadi Fasilitas Seni Pertunjukan terbaik di dunia,” imbuh Trump. Ia juga menekankan bahwa Amerika akan bangga memiliki gedung ikonik baru yang indah untuk dinikmati banyak generasi mendatang.

Namun, keputusan ini menimbulkan dampak nyata bagi dunia seni. Sejak pengubahan susunan dewan pengurus dan pengangkatan Trump sebagai ketua, sejumlah artis dan pertunjukan terkenal membatalkan penampilan mereka di Kennedy Center, termasuk musikal Hamilton, penyanyi soprano opera Renee Fleming, dan komposer Philip Glass.

Baca Juga :  Antara Ancaman dan Diplomasi, Trump Gerakkan Kapal Perang AS ke Iran

Bahkan Washington National Opera, yang telah menjadi penghuni setia sejak pembukaan pada 1971, mengumumkan akan meninggalkan Kennedy Center.

Bangunan bersejarah yang didirikan sebagai monumen hidup untuk Presiden John F. Kennedy ini memang sudah lama dianggap memerlukan perbaikan.

Namun, penambahan nama Trump dan penutupan sementara menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat seni dan pengunjung, yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Bagi Trump, langkah ini adalah bagian dari ambisi besar untuk mengubah Kennedy Center menjadi fasilitas seni pertunjukan terkemuka dunia, meski perjalanan menuju megahnya gedung baru itu penuh dengan pro dan kontra.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel