TIMETODAY.ID, BOGOR – Panitia Seleksi Calon Direksi Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Tirta Pakuan Kota Bogor mengumumkan 15 nama yang lolos seleksi administrasi untuk periode jabatan 2026–2031. Dari puluhan pendaftar, mereka akan bersaing memperebutkan tiga kursi strategis yang akan menentukan arah pengelolaan air bersih di Kota Bogor lima tahun ke depan.
Pengumuman yang tertuang dalam surat bernomor 014/PANSELDIRTPKB/I/2026 tertanggal 26 Januari 2026 ini menandai babak baru seleksi terbuka yang dinilai krusial. Pasalnya, Perumda Tirta Pakuan menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi lebih dari 1,1 juta penduduk Kota Bogor yang terus bertambah.
Kompetisi Ketat Tiga Posisi Strategis
Ketua Panitia Seleksi Hanafi mengatakan, proses seleksi berjalan sesuai jadwal dan transparan.
“Kami sudah umumkan hasil seleksi administrasi sesuai jadwal di website pansel.kotabogor.go.id. Ada 15 peserta yang lolos. Semua masih sesuai jadwal,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Dari 15 calon yang lolos, lima di antaranya akan bersaing untuk posisi Direktur Administrasi dan Keuangan, yakni Mohammad Indra Gunawan, Rivelino Rizky Muchtar, Sonny Hendarwan, Teguh Setiadi, dan Ugun Wiguna. Posisi ini krusial mengingat Perumda Tirta Pakuan perlu mengelola keuangan secara efisien sambil terus berinvestasi pada infrastruktur air bersih.
Sementara itu, tiga calon, Jamaluddin, Muzakkir, dan Sonny Salimi akan berkompetisi memperebutkan kursi Direktur Pelayanan dan Bisnis. Jabatan ini memiliki peran vital dalam meningkatkan cakupan layanan dan kepuasan pelanggan di tengah persaingan dengan sumber air alternatif.
Persaingan paling ketat terjadi pada posisi Direktur Operasional dengan tujuh kandidat: Asep Supriatna, Budi Santosa, Budi Setiyawan, Dani Rakhmawan, Hilmi Gazali, Nanang Widyatmoko, dan Suci Sri Utami Sutjipto. Direktur Operasional akan bertanggung jawab langsung terhadap kualitas produksi dan distribusi air bersih, termasuk penanganan kebocoran pipa yang masih menjadi persoalan di beberapa wilayah.
Rangkaian Uji Kelayakan Menanti
Para calon yang lolos akan menghadapi serangkaian ujian komprehensif dalam tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan. Dimulai dari psikotes pada 27 Januari 2026, dilanjutkan ujian tertulis keahlian dan penulisan makalah sehari kemudian.
Tahapan krusial akan terjadi pada 10–11 Februari 2026, ketika para calon harus mempresentasikan makalah dan mengikuti wawancara mendalam. Dalam sesi ini, panitia seleksi akan menggali visi, misi, dan strategi konkret kandidat dalam mengelola Perumda Tirta Pakuan.
“Presentasi makalah akan menjadi momen penting untuk melihat pemahaman calon terhadap permasalahan yang dihadapi Tirta Pakuan dan solusi yang mereka tawarkan,” kata sumber di panitia seleksi yang enggan disebutkan namanya.
Pengumuman hasil uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan pada 13 Februari 2026. Calon yang lolos kemudian akan menghadapi wawancara akhir pada 18 Februari 2026, meskipun jadwal ini masih bersifat tentatif.
Menunggu Restu Kemendagri
Nama-nama calon terpilih akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri pada 19 Februari 2026. Namun, pelantikan baru dapat dilaksanakan setelah terbitnya surat pertimbangan dari Kementerian Dalam Negeri.
Keterlibatan Kemendagri dalam proses seleksi direksi BUMD merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Hal ini untuk memastikan calon yang terpilih memenuhi standar kompetensi dan integritas yang dipersyaratkan.





































