BMKG Waspadai Dua Bibit Siklon, NTB–NTT Berpotensi Diguyur Cuaca Ekstrem

BMKG
Kemunculan dua Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P mendorong BMKG mengaktifkan peringatan dini pada Jumat (23/1/2026). Foto: Dok. BMKG

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langit di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur diperkirakan tak bersahabat dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan dua bibit siklon tropis yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat hingga gelombang laut tinggi.

Melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, BMKG menerbitkan peringatan dini terkait Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P pada Jumat (23/1/2026). Kedua sistem cuaca tersebut diprediksi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Berdasarkan pemantauan BMKG per pukul 07.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 91S terpantau berada di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Nusa Tenggara Barat. BMKG menyatakan bibit ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan perlahan ke arah tenggara.

Advertisement
Baca Juga :  Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan, Tim SAR Masih Sisir Korban Hilang

Keberadaan Bibit 91S menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diprakirakan mengguyur Jawa Timur dan Bali, disertai potensi angin kencang di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P terdeteksi berada di Teluk Carpentaria, di selatan Papua Selatan. Berbeda dengan Bibit 91S, sistem ini saat ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah selatan–barat daya. Meski demikian, dampak tidak langsungnya tetap patut diwaspadai, terutama potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Papua Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Imbauan serupa juga ditujukan kepada para nelayan serta operator jasa transportasi laut agar tidak memaksakan pelayaran di tengah kondisi cuaca yang berisiko.

Baca Juga :  Rabu Dini Hari, Bogor Diguncang Gempa Magnitudo 2,1

Selain hujan dan angin, keberadaan bibit siklon ini turut memicu peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia. BMKG mengingatkan aktivitas di laut perlu dilakukan dengan kehati-hatian tinggi, khususnya di wilayah berikut:

Kategori Rough Sea (Gelombang 2,5–4,0 meter):

  • Perairan selatan Jawa Barat hingga NTT

  • Laut Sawu

  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT

Kategori Moderate Sea (Gelombang 1,25–2,5 meter):

  • Laut Bali, Laut Flores

  • Selat Bali, Selat Lombok

  • Laut Arafura bagian barat, tengah, dan timur

Dengan dinamika cuaca yang terus berkembang, BMKG mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru dan tetap mengutamakan keselamatan, baik di darat maupun di laut.

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel