Duka Desa Urug, Korban Kepulan Asap Tambang Tiba di Rumah Duka

Desa Urug
Jenazah korban dipulangkan dan Perwakilan PT Antam dan kepolisian. foto: collage/inews.id

TIMETODAY.ID, BOGOR — Minggu malam itu (18/01/2026), suasana duka menyelimuti Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Ambulans membawa jenazah Isep, warga desa setempat, yang menjadi korban ketiga dari lima orang yang sebelumnya terjebak di dalam lubang tambang PT Antam UBPE Pongkor. Jenazah tiba sekitar pukul 21.30 WIB, disambut tetangga dan warga yang berdatangan untuk bertakziah.

Kepala Desa Urug, Sukarma, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kelegaan meski kondisi warganya sudah tidak lagi hidup.

“Kita senang korban sudah ketemu. Jadi usaha yang dilakukan tidak sia-sia, Alhamdulillah,” ujarnya saat ditemui di halaman Kantor Desa Urug.

Advertisement

Meski demikian, Sukarma menegaskan bahwa masih ada dua korban lain yang belum ditemukan. Proses pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya, meski kondisi di dalam lubang yang dipenuhi asap tebal membahayakan keselamatan petugas.

“Masih ada dua lagi. Besok pencarian dilanjutkan, tapi asapnya masih tebal dan sangat berisiko,” katanya.

Baca Juga :  Perdana Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Kontes Bonsai Nasional, Momen Istimewa HJB ke-543

Ia pun berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi warga, agar tidak lagi mencari penghidupan dari aktivitas berbahaya.

“Saya berharap ke depan warga bisa cari usaha lain. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Dalam upaya jangka panjang, Sukarma telah berkoordinasi dengan pihak PT Antam untuk menyediakan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat.

“Saya sudah komunikasi dengan Antam. Mudah-mudahan ada program UMKM untuk masyarakat, dan warga diminta mengajukan proposal ke Antam,” tambahnya.

Peristiwa lima hari terakhir ini, menurut Sukarma, sangat menguras fisik dan pikirannya. Ia mengaku hampir tidak tidur memikirkan nasib warganya.

“Saya sampai kurang tidur, darah tinggi naik. Saya bahkan tidur di masjid karena terus ikut memantau,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Agustinus Toko Susetio, Java Region CSR & ER Sub Division Head PT Antam UBPE Pongkor, menegaskan bahwa korban bukan pekerja resmi perusahaan maupun kontraktornya, dan lokasi kejadian berada di area yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan.

Baca Juga :  Lama Terlantar! Gedung Kesenian di Kabupaten Bogor Bakal Dipercantik

“Sejak awal kami mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan sebagai prioritas utama. Tim gabungan telah melakukan evakuasi secara maksimal meski menghadapi tantangan yang sangat berat,” ujar Agustinus dalam keterangan tertulis di Polsek Nanggung, Senin (19/01/2026).

Ia menambahkan bahwa medan evakuasi sangat berisiko, sempit, dan rawan longsor. Beberapa petugas bahkan sempat tertimpa runtuhan batu saat proses evakuasi berlangsung. Selain itu, akses menuju lubang tambang tertutup tembok pengaman yang dibangun untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal.

“Seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Sementara penyebab munculnya asap beracun masih dalam proses investigasi bersama aparat berwenang,” jelasnya.

Di balik kabut asap yang membahayakan, peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi warga Desa Urug tentang risiko aktivitas berbahaya sekaligus menggambarkan kerja keras tim gabungan yang berjuang demi keselamatan sesama.***

Editor : Syafira

Sumber : narasitoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel