Machado Temui Trump di Gedung Putih, Klaim Serahkan Medali Nobel

Machado
Pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado menyapa pendukungnya usai bertemu Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Kamis (15/1/2026). Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, mengaku telah menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih, Kamis (15/1/2026) waktu setempat. Namun, Machado tidak menjelaskan secara rinci apakah Trump menerima medali tersebut.

Usai pertemuan, Machado menemui para pendukungnya yang berkumpul di luar Gedung Putih. Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Spanyol, ia menyebut Trump sebagai sosok yang dapat diandalkan bagi Venezuela.

“Saya menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat,” ucap Machado, dikutip dari BBC, Jumat (16/1/2026).

Advertisement

Ia menyebut momen tersebut sebagai peristiwa penting bagi rakyat Venezuela.

“Saya pikir hari ini adalah hari bersejarah bagi kami, warga Venezuela,” tuturnya.

Langkah Machado ini terjadi di tengah dinamika hubungan politiknya dengan Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro di Caracas, Trump justru tidak memberikan dukungan kepada Machado yang mengklaim kemenangan dalam pemilihan umum 2024 sebagai dasar kepemimpinannya atas Venezuela.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah Trump menerima medali Nobel Perdamaian tersebut. Trump, yang kerap menyatakan keinginannya untuk meraih Hadiah Nobel Perdamaian, sebelumnya sempat menyampaikan ketidaksenangannya ketika penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Machado. Trump kemudian memutuskan untuk menerima penghargaan itu tahun lalu.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Motif Pria di Bogor yang Gantung Diri di Kandang Kuda

Sebelumnya, Machado juga sempat menyatakan niatnya untuk berbagi Hadiah Nobel Perdamaian dengan Trump. Namun, Komite Nobel menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

“Setelah Hadiah Nobel diumumkan, penghargaan itu tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain. Keputusan itu final dan berlaku selamanya,” kata Komite Nobel dalam sebuah pernyataan.

Meski demikian, Pusat Perdamaian Nobel melalui akun media sosial X menyebut bahwa medali secara fisik dapat berpindah kepemilikan, meskipun gelar penerima Hadiah Nobel Perdamaian tetap melekat pada penerima awal.

Dalam sambutannya kepada para pendukung, Machado menyinggung kisah sejarah hubungan Amerika Serikat dan Venezuela.

Ia mencontohkan Marquis de Lafayette yang pernah memberikan medali bergambar George Washington kepada Simón Bolívar, salah satu tokoh pendiri Venezuela modern.

“Hadiah itu adalah tanda persaudaraan antara negaranya dan AS dalam perjuangan mereka untuk kebebasan melawan tirani,” kata Machado.

Selain bertemu Trump, Machado juga mengunjungi Kongres Amerika Serikat untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah senator selama kunjungannya ke Washington. Ia disebut berupaya meyakinkan pemerintahan AS bahwa mendukung pemerintahan sementara Rodríguez merupakan langkah keliru dan bahwa koalisi oposisi seharusnya memegang peran utama dalam proses transisi kekuasaan.

Baca Juga :  Trump Teken Perintah Eksekutif, Sanksi Suriah Resmi Dicabut

Trump sebelumnya pernah menggambarkan Machado sebagai pejuang kebebasan, namun menolak untuk menunjuknya sebagai pemimpin Venezuela setelah Maduro digulingkan. Trump beralasan Machado belum memiliki dukungan yang cukup kuat di dalam negeri.

Sejak Maduro digulingkan pada 3 Januari lalu, pemerintahan Trump bergerak cepat untuk membangun kembali sektor minyak Venezuela yang sebelumnya berada di bawah sanksi Amerika Serikat. Seorang pejabat AS menyebut penjualan pertama minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS telah diselesaikan pekan ini.

Selain itu, pasukan AS juga dilaporkan telah menyita sejumlah kapal tanker yang diduga mengangkut minyak Venezuela yang terkena sanksi. Pada Kamis, pasukan AS disebut telah menaiki kapal tanker keenam.

Sementara itu, seorang utusan pemerintah Venezuela dijadwalkan mengunjungi Washington untuk bertemu pejabat Amerika Serikat dan memulai langkah awal pembukaan kembali kedutaan Venezuela, sebagaimana dilaporkan New York Times.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel