
TIMETODAY.ID, BOGOR – Asap tebal dilaporkan muncul di area tambang Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026). Peristiwa tersebut menimbulkan dugaan adanya pekerja yang terjebak di dalam lokasi tambang.
Informasi kejadian tersebut beredar melalui media sosial. Dalam sejumlah video, terlihat beberapa pegawai berada di lokasi tambang sambil berkomunikasi menggunakan handy talky (HT). Selain itu, pesan berantai juga menyebutkan dugaan kebocoran gas menyebabkan pekerja tertimbun.
Camat Nanggung, Ae Saepuloh, membenarkan adanya insiden di area tambang PT Antam tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima informasi dari media sosial dan masyarakat sebelum melakukan pengecekan hingga ke depan gerbang tambang.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari media sosial dan masyarakat serta hasil pengecekan di depan gerbang PT Antam, diketahui telah terjadi musibah kecelakaan di area tambang IUP PT Antam Blok Cepu,” ujar Ae Saepuloh dikonfirmasi.
Namun demikian, Ae menyebutkan hingga kini belum ada kepastian mengenai kondisi maupun jumlah pekerja yang terdampak akibat kejadian tersebut.
“Belum bisa dipastikan kondisi serta jumlah korban yang sudah terdampak,” katanya.
Asap tebal yang muncul di lokasi diduga berkaitan dengan tingginya kadar gas di area tambang. Berdasarkan informasi awal, kadar gas di lokasi disebut berada pada level 500 hingga 700.
“Yang 500 sampai 700 itu level gasnya,” ujar Ae.
Pihak Kecamatan Nanggung telah berkoordinasi dengan PT Antam terkait kejadian tersebut. Dari hasil koordinasi sementara, PT Antam akan melakukan identifikasi lebih lanjut karena lokasi kejadian berada di dalam wilayah konsesi tambang.
“PT Antam akan melakukan identifikasi kejadian tersebut karena masih dalam wilayah tambang IUP Antam,” kata Ae.
Ia menambahkan, lokasi Blok Cepu berjarak sekitar 15 kilometer dari kantor administrasi PT Antam. Hingga saat ini, pihak kecamatan bersama aparat setempat masih memantau perkembangan dan menunggu informasi resmi lanjutan dari PT Antam.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































