
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor membuka seleksi calon Direktur Administrasi dan Keuangan, Direktur Pelayanan dan Bisnis, serta Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan untuk periode 2026-2031.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Hanafi mengatakan, proses seleksi mengacu pada sejumlah peraturan perundang-undangan. Di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, serta Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum.
“Seleksi ini terbuka bagi profesional yang memenuhi persyaratan umum maupun administrasi serta memiliki integritas dan kepemimpinan,” kata Hanafi di Bogor, Kamis (8/1/2026).
Hanafi menegaskan, seleksi dilaksanakan untuk memastikan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, seleksi juga bertujuan mendorong peningkatan kinerja layanan air minum bagi masyarakat Kota Bogor.
Sebelumnya, panitia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Dalam Negeri dan pemangku kepentingan terkait. Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi mengenai seleksi calon direksi agar sesuai dengan regulasi.
“Harapan kami mendapatkan direksi yang profesional di bidangnya. Ada penambahan tugas pokok dan fungsi terkait pengelolaan air limbah dan penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja berdasarkan Permendagri Nomor 23 Tahun 2024,” ujarnya.
Penambahan jumlah direksi Perumda Tirta Pakuan telah mendapat persetujuan Kemendagri melalui Surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Nomor 900.1.13.2/8149/Keuda.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor ini berharap seluruh tahapan seleksi berjalan lancar. Mulai dari pengumuman, seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, hingga wawancara.
Tahapan seleksi
Panitia menetapkan sejumlah tahapan seleksi. Pengumuman dan pendaftaran dibuka 8-14 Januari 2026. Seleksi administrasi dan rekam jejak berlangsung 15-23 Januari 2026. Pengumuman hasil seleksi administrasi pada 26 Januari 2026.
Uji kelayakan dan kepatutan meliputi psikotes dan ujian tertulis keahlian serta penulisan makalah dijadwalkan 27-28 Januari 2026. Presentasi makalah dan wawancara dilakukan 10-11 Februari 2026.
Pengumuman hasil uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan 13 Februari 2026. Penyampaian hasil seleksi kepada Wali Kota Bogor juga pada tanggal yang sama. Wawancara akhir dijadwalkan 18 Februari 2026, bersifat tentatif.
Penyampaian nama calon direksi ke Menteri Dalam Negeri dilakukan 19 Februari 2026. Penetapan calon terpilih dan pelantikan menyesuaikan terbitnya surat pertimbangan dari Kemendagri.
Pendaftaran dan pengunggahan dokumen dilakukan secara daring melalui laman https://pansel.kotabogor.go.id. Panitia menegaskan, proses seleksi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.




































