PBSI Ubah Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas, Evaluasi Kini Berbasis KPI

promosi
PP PBSI resmi mengubah sistem promosi dan degradasi atlet Pelatnas. Evaluasi kini berbasis KPI demi pembinaan yang lebih objektif dan berkelanjutan. (Foto: detiksport)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – PP PBSI resmi mengubah sistem promosi dan degradasi atlet Pelatnas sebagai bagian dari penataan ulang strategi pembinaan nasional. Perubahan ini diumumkan untuk memastikan proses evaluasi atlet berjalan lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada kinerja.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa perubahan sistem bukan berarti standar diturunkan. Evaluasi atlet kini sepenuhnya mengacu pada Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih. Atlet yang tidak mencapai KPI berisiko terkena degradasi atau dipulangkan, dengan jangka waktu evaluasi yang berbeda-beda sesuai target individu.

Baca Juga :  Kabar Mengejutkan, Gregoria Mariska Tinggalkan Pelatnas Setelah 12 Tahun

Dengan sistem baru ini, PBSI juga tidak lagi melakukan promosi-degradasi serentak di akhir atau awal tahun, seperti yang biasa diterapkan sebelumnya. Pemanggilan atlet baru ke Pelatnas akan dilakukan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun, dengan jumlah dan kriteria pemain disesuaikan kebutuhan Pelatnas.

Advertisement

Eng Hian menjelaskan, kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas pembinaan, kesinambungan program latihan, serta kesiapan atlet Pelatnas Cipayung menghadapi agenda turnamen internasional yang semakin padat sejak awal Januari.

Baca Juga :  Ketua DPRD Rudy Susmanto Minta KONI Apresiasi Peran Pelatih Atlet Berprestasi

Perubahan sistem ini juga menyesuaikan PO 012 Tahun 2025 tentang mekanisme rekrutmen, promosi, dan degradasi atlet serta pelatih Pelatnas PP PBSI. Aturan tersebut mengatur jumlah peserta Seleknas, jalur wild card, peringkat nasional, hingga verifikasi usia atlet.

PBSI berharap regulasi baru ini dapat menciptakan sistem pembinaan yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia di level Asia dan dunia, termasuk target utama menuju Kejuaraan Dunia, Thomas & Uber Cup, serta Olimpiade Los Angeles 2028.

(MG7)

 

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel