TIMETODAY.ID, BOGOR – Geliat sektor pariwisata Kabupaten Bogor tidak hanya mengantarkan daerah ini meraih peringkat pertama kunjungan wisatawan di Jawa Barat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. Lonjakan jumlah wisatawan sepanjang tahun 2025 membawa dampak multiplier bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan pendapatan asli daerah, serta membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar kawasan wisata.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan, Kabupaten Bogor menempati posisi puncak dengan kontribusi mencapai 14,98 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara di provinsi berpenduduk lebih dari 50 juta jiwa ini. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Bogor unggul dibandingkan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat dalam menarik minat wisatawan domestik.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengungkapkan, tingginya arus kunjungan wisatawan tidak terlepas dari sejumlah keunggulan yang dimiliki daerah setempat. Faktor geografis menjadi kunci utama daya tarik Kabupaten Bogor bagi para pelancong.
“Bogor menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Barat karena memiliki keunggulan pada letak geografis yang strategis, dekat dengan Jabodetabek,” ujar Ria saat dihubungi, Rabu (7/1/2026).
Kedekatan dengan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, kawasan urban dengan populasi padat menjadikan Kabupaten Bogor pilihan ideal untuk wisata akhir pekan maupun liburan singkat. Aksesibilitas yang mudah dijangkau melalui jalur darat turut memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai tujuan wisata andalan.
Selain lokasi strategis, keberagaman objek wisata menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Kabupaten Bogor menawarkan spektrum destinasi yang luas, mulai dari wisata alam hingga wisata buatan yang dikemas secara modern.
Panorama pegunungan dengan udara sejuk, air terjun yang memesona, kawasan wisata keluarga, hingga pengembangan desa wisata yang mengusung konsep kearifan lokal, semuanya tersedia di Kabupaten Bogor. Keragaman ini memungkinkan wisatawan dengan berbagai preferensi menemukan destinasi yang sesuai dengan keinginan mereka.
“Iklim yang sejuk, ketersediaan akomodasi yang lengkap, serta aksesibilitas yang relatif mudah turut menjadi faktor pendorong tingginya minat wisatawan berkunjung,” tambah Ria.
Infrastruktur pendukung pariwisata, termasuk hotel, penginapan, restoran, dan fasilitas umum lainnya, terus berkembang seiring meningkatnya permintaan. Hal ini menciptakan ekosistem pariwisata yang semakin matang dan mampu memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.
Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Bogor diperkirakan menerima sekitar 15 juta kunjungan wisatawan. Angka fantastis ini sebagian besar terkonsentrasi di kawasan Puncak, salah satu ikon wisata Jawa Barat yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia.
“Yang paling banyak dikunjungi terkonsentrasi di Kawasan Puncak, terutama di Taman Safari Indonesia dan juga Sentul,” ungkap Ria.
Taman Safari Indonesia, dengan konsep kebun binatang terbuka yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan satwa, menjadi daya tarik utama. Destinasi ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga kerap menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, kawasan Sentul yang menawarkan perpaduan antara wisata modern dan alam juga mencuri perhatian. Berbagai fasilitas rekreasi, mulai dari taman hiburan, arena olahraga, hingga resort mewah, tersedia di kawasan ini dan menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.
Lonjakan jumlah wisatawan membawa dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Bogor. Sektor pariwisata tidak hanya menggerakkan industri perhotelan dan restoran, tetapi juga memberikan efek multiplier bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar objek wisata.
Para pelaku UMKM, mulai dari pedagang makanan ringan, produsen kerajinan tangan, hingga penyedia jasa transportasi lokal, merasakan peningkatan omzet seiring membludaknya wisatawan. Kondisi ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Pariwisata juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan peluang kerja masyarakat sekitar,” kata Ria.
Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata terus mengalami peningkatan. Dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan destinasi wisata baru yang berpotensi menarik lebih banyak pengunjung.
Dampak ekonomi yang dirasakan tidak hanya terbatas pada kawasan wisata utama, tetapi juga menyebar ke desa-desa sekitar. Pengembangan desa wisata membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam industri pariwisata, baik sebagai pelaku usaha maupun tenaga kerja.
Capaian Kabupaten Bogor sejalan dengan tren pariwisata Jawa Barat secara keseluruhan yang menunjukkan pertumbuhan positif. BPS Jawa Barat mencatat, jumlah perjalanan wisatawan nusantara di provinsi ini pada November 2025 mencapai 17,66 juta perjalanan.
Secara kumulatif, periode Januari hingga November 2025 telah mencatatkan sebanyak 193,24 juta perjalanan wisatawan nusantara. Angka ini menggambarkan tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menjelajahi destinasi wisata di Jawa Barat, yang dikenal memiliki keragaman alam dan budaya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































